Breaking News:

Berita Pulang Pisau

Banjir Bukit Rawi, Ketinggian Air di Bukit Rawi Hampir Satu Meter Kendaraan Diimbau Tidak Melintas

Debit air di lokasi Banjir Bukit Rawi dan Penda Barania Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, semakin tinggi.

Editor: Fathurahman
ist. Polda Kalteng
Sejumlah petugas tampak berjaga di Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah Desa Bukit Rawi dan Penda Barania yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Kahayan di Kabupaten Pulang Pisau Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Debit air di lokasi Banjir Bukit Rawi dan Penda Barania Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, semakin tinggi.

Hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam hingga subuh yang lalu membuat debit air di Sungai Kahayan terus naik bahkan saat ini sudah hampir mencapai ketinggian satu meter.

Petugas menutup  jalan untuk kendaraan yang lewat, karena kondisi banjir yang semakin tinggi sehingga jalan Trans Kalimantan penghubung Kota Palangkaraya ke Gunung Mas, Buntok dan kabupaten lainnya di DAS Barito tersebut tampak sepi.

Informasi terhimpun,  saat ini ketinggi debit air di kawasan Bukit Rawi naik hingga mencapai 97centimeter akibat hujan yang terjadi dini hari dan meluapnya DAS Kahayan sehingga debit air makin tinggi.

Baca juga: Banjir Trans Kalimantan Penda Barania-Bukit Rawi, Pemkab Pulpis Dirikan Dapur Umum

Baca juga: Banjir di Kalteng, Gorong-gorong Ambruk di Kasongan Selesai Diperbaiki Kendaraan Bisa Melintas

Baca juga: Banjir di Kalteng, Jalan Alternatif Palangkaraya-Sampit arah Kasongan-Pundu Perlu Waktu 4 Jam

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko Saputro, menegaskan, sampai sekarang pihaknya terus melakukan monitoring perkembangan titik-titik banjir serta memasang spanduk imbauan untuk menghalau kendaraan yang menuju ke arah lokasi banjir.

"Kami dari kepolisian bersama TNI, BPBD, Dishub, Dinsos, Satpol PP dan Damkar juga sudah menyiapkan posko dan dampur umum bagi warga yang terdampak banjir di sana," ucap Eko.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa akses jalan utama yakni Jalan Lintas Kalimantan - Kuala Kurun sudah ditutup karena tidak bisa dilalui kendaraan apapun.

"Kami himbau kepada warga yang hendak melintasi jalur Lintas Kalimantan - Kuala Kurun untuk tidak berpergian jika tidak ada keperluan mendesak," tutup Eko.

Menurut Informasi yang di dapat, debit air diperkirakan akan mengalami kenaikan melihat cuaca saat ini mendung. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved