Breaking News:

Berita Palangkaraya

Warga Flamboyan Bantaran Sungai Kahayan Pilih Mehancau Hilangkan Kejenuhan Saat Banjir Melanda

warga bantaran Sungai Kahayan Palangkaraya ramai menangkap ikan menggunakan alat tangkap ikan tradisional yaitu hancau di Dermaga Flamboyan bawah.

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
muhammad Lamsi / tribunkalteng.com
Antusias warga Flamboyan Bawah Kota Palangkaraya, saat menangkap ikan menggunakan hancau, pada (13/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Suasana berbeda tampak di Bantaran Sungai Kahayan Palangkaraya tepatnya di Dermaga Flamboyan.

Sejumlah ibu rumah tangga dan beberapa remaja tampak sibuk menangkap ikan dengan alat tradisional dipinggiran dermaga.

Ikan saat debit air Sungai Kahayan pasang dimanfaatkan warga yang bemukim di bantaran Sungai Kahayan Palangkaraya untuk mencariu ikan.

Seperti yang terpantau pada Sabtu,  (13/11/2021), warga  Dermaga Flamboyan Bawah lebih tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kota Palangkaraya.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Dua Remaja Penyandang Disabilitas Dievakuasi dari Pertokoan Flamboyan Bawah

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Terkurung Banjir di Rumah Flamboyan Bawah Nenek Berusia 71 Tahun Dievakuasi

Baca juga: NEWS VIDEO, Sungai Kahayan Palangkaraya Meluap Permukiman Flamboyan Bawah Terendam

Masyarakat nampak ramai menangkap ikan menggunakan alat tangkap ikan tradisional yaitu hancau.

Warga berjejer di pinggiran Dermaga Flamboyan untuk memasang perangkap ikan tradisional itu sejak siang hingga sore hari

Antusias warga menangkap ikan menjadi pemandangan berbeda dengan banjir yang terjadi saat ini.

Hasilnya lumayan, bisa untuk konsumsi sendiri bahkan dijual sebagai menambah pemasukan ketika banjir.

"Hasilnya lumayan banyak, selain untuk dikonsumsi juga untuk di jual dengan harga 1 takar nya 10 ribu, dan 15 ribu untuk ikan yang sudah dibersihkan," ucap Yudi Warga Flamboyan Bawah kepada TribunKalteng.com.

Hancau imerupakan alat tangkap ikan tradisioanal yang  pada keempat sudutnya diberi palang bilah bambu yang menyilang dan sebatang bambu panjang sebagai alat pengangkat.

Baca juga: Sungai Kahayan Meluap Warga Mendawai Palangkaraya Ramai-ramai Memancing Ikan

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Warga Permukiman Padat Penduduk Rindang Banua (Ponton) Ungsikan Barang

 Alat ini dipasang di dasar air lalu didiamkan beberapa saat dan kemudian diangkat dengan cepat jika sudah terlihat tansa di atas permukaan hancau itu terlihat sudah banyak ikan yang mengambil udara ke permukaan air.

Yudi juga menambahkan ia dan istrinya mehancau (aktivitas menangkap ikan dnegan hancau) untuk sejenak menghilangkan penat karena banjir dan bisa menambah pemasukan kala banjir melanda.

"Kami mehancau ini untuk menghilangkan oenat ketika terjadi banjir dan kalau hasilnya banyak kan bisa dijual dan uang yang didapat bisa jadi pemasukan kami juga," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved