China Heboh Paket Belanja Online Tularkan Covid-19, Sentuh Kiriman Parsel Wajb Tes

China heboh, paket belanja online ditengarai dapat terkontaminasi Covid-19 sehingga menularkan ke orang lain

Editor: Dwi Sudarlan
Shutterstock/petovarga
Ilustrasi ketaatan mengenakan masker yang menjadi kunci penting menekan penyebaran virus corona 

TRIBUNKALTENG.COM - China heboh, paket belanja online ditengarai dapat terkontaminasi Covid-19 sehingga menularkan ke orang lain.

Bertepatan dengan Festival Belanja Online atau di Indonesia disebut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), pihak berwenang China mengeluarkan peringatan ancaman paket yang berpotensi terkontaminasi virus corona (Covid-19).

Peringatan ini dikeluarkan setelah tiga pekerja pada sebuah perusahaan yang memproduksi pakaian anak-anak, dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Mengutip Taipei News, Kamis (11/11/2021), pihak berwenang saat ini sedang menguji paket dan memantau orang-orang yang telah menangani pengiriman dan penerimaan paket belanja, setelah infeksi ditemukan di Haohui Ecommerce Co yang berbasis di Provinsi Hebei.

Baca juga: Begini Cara Klaim Ongkir Gratis di Harbolnas 11.11, Ada Promo Gratis Minyak Goreng

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19 Penjualan Mobil Toyota di Kalteng Sempat Turun Hingga 20 Persen

Baca juga: Juru Bicara Bantah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Terlibat Bisnis Tes Covid-19

"Layanan pengiriman paket di dua kota di sana yakni Xinji dan Jinzhou, serta kota Shenze telah dihentikan," kata pemerintah China dalam pernyataan resminya.

Sekitar 300 paket telah diuji, semuanya kembali dinyatakan negatif terpapar.

Pengujian juga telah dilakukan di sebuah daerah kecil di Provinsi Guangxi, di mana 16 paket dari perusahaan itu dikirim dalam apa yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai 'rantai Covid-19'.

Komisi kesehatan setempat mengatakan bahwa siapapun yang menyentuh parsel atau paket itu harus menjalani tes dan pemantauan Covid-19.

Peringatan terbaru muncul saat pembeli China mempersiapkan diri untuk 'Single's Day' pada hari ini, yakni festival belanja online terbesar di dunia yang diadakan oleh Alibaba Group Holding Ltd.

Tahun lalu, konsumen menghabiskan 74 miliar dolar Amerika Serikat (AS) hanya untuk platform belanja online Alibaba selama 11 hari festival.

Pesaing yang lebih kecil yakni JD.com melaporkan penjualan sebesar 40 miliar dolar AS selama jangka waktu yang sama.

Namun, acara tahun ini tampaknya tidak akan sukses karena regulator menindak industri teknologi.

Alibaba mengatakan gala online Singles' Day hari ini akan disiarkan secara langsung karena meningkatnya wabah Covid-19 di beberapa wilayah di China.

Perusahaan menambahkan bahwa festival ini berfokus pada keberlanjutan (sustainability), mendukung amal dan inklusivitas.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved