Peringatan BMKG: Kalimantan Tengah Sudah Masuk Status Siaga Banjir, Warga 5 Provinsi Harus Waspada

Berdasar peringatan BMKG, Bumi Tambun Bungai sudah masuk status Siaga Banjir bersama empat provinsi lain.

Editor: Dwi Sudarlan
Josua / tribukalteng.com
Pengendara sepeda motor terpaksa naik kelotok untuk menghindari banjir di Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pulang Pisau. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Hujan yang kerap mengguyur dengan intensitas tinggi membuat sebagian wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah terendam air. Berdasar peringatan BMKG, Bumi Tambun Bungai sudah masuk status siaga banjir.

Hanya lima provinsi yang berstatus siaga banjir, dikutip dari website resmi BMKG dan akun instagram @infobmkg.

Selain Kalimantan Tengah, empat provinsi lain yang berstatus siaga banjir adalah Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Perlu diketahui ada 3 status prakiraan cuaca berbasis dampak yang dirilis BMKG.

Yakni: awas banjir, siaga banjir dan waspada banjir.

Baca juga: Banjir Bukit Rawi, Hindari 2 Titik Ini Bila Melintasi Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania

Baca juga: NEWS VIDEO, Sungai Kahayan Meluap, Banjir Kembali Melanda Kawasan Mendawai

Baca juga: NEWS VIDEO, Dampak Banjir Antrean Panjang Pengendara Lewat Kawasan Bukit Rawi

Berdasar prakiraan untuk hari ini, tidak provinsi yang berstatus awas banjir.

Kemudian lima provinsi berstatus siaga banjir dan provinsi-provinsi lain masih waspada banjir.

Beberapa hari ini banjir sudah terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Seperti di Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi Pulang Pisau yang membuat aktivitas lalu lintas terhambat.

Kondisi Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi, yang kembali terendam banjir mengakibatkan kemacetan kendaraan melintas kawasan tersebut.
Kondisi Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi, yang kembali terendam banjir mengakibatkan kemacetan kendaraan melintas kawasan tersebut. (Pangkan Bangel/Tribunkalteng.com)

Bahkan, pengendara sepeda motor terpaksa harus menggunakan jasa kelotok penyeberangan karena ketinggian air juga ada beberapa titik di ruas jalan itu yang berlubang cukup dalam.

Lubang-lubang yang membahayakan pengendara sepeda motor itu tidak terlihat karena tertutup air.

Di Palangkaraya, sejumlah kawasan juga mulai tergenang air karena luapan Sungai Kahayan, seperti di Mendawai.

Kondisi banjir dilaporkan juga terjadi di kawasan Talaken, Gunung Mas di mana puluhan rumah dikabarkan tergenang air.  (*)  

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved