Berita Kalbar

Banjir Sekadau Kalbar Terparah Setelah 38 Tahun, Ketinggian Air Capai Tiga Meter lebih

Banjir yang melanda Sekadau, Kalbar disebut banjir besar setelah tahun 1983, kondisi banjir parah, ketinggian air capai 3 meter lebih.

Editor: Fathurahman
Banjir Sekadau Kalbar Terparah Setelah 38 Tahun, Ketinggian Air Capai Tiga Meter lebih
Istimewa
Salah satu desa di Kapuas yang mengalami banjir dengan ketinggian sebatas dada orang dewasa.

TRIBUNKALTENG.COM, SEKADAU - Kondisi banjir akibat meluapnya Sungai Kapuas  di Kalimantan Barat sangat berdampak luar bagi warga setempat.

Betapa tidak, air akibat luapan Sungai Kapuas tidak hanya merendam jalan dan jembatan maupun rumah penduduk tetapi juga fasilitas umum.

Bahkan, banjir yang melanda Sekadau dikabarkan warga terparah setelah 38 tahun yang melanda kabupaten tersebut.

Warga Sekadau kali ini benar-benar dibuat repot dengan kondisi banjir yang terjadi, karena selain berlangsung lama ketinggian air hingga mencapai 3 meter lebih.

Baca juga: Banjir Kalbar Makin Parah Ketinggian Air di Tujuh Kecamatan Kapuas Hulu Capai 2 Meter

Baca juga: Muhammad Ali Menjadi Penunjuk Jalan Banjir di Penda Barania-Bukit Rawi Bagi Kendaraan Melintas

Banjir di Kabupaten Sekadau sudah setinggi 3,4 meter di sejumlah desa. Warga Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar sebut banjir besar setelah tahun 1983, Senin 8 November 2021.

Sulasdi (70) warga Desa Mungguk menceritakan, banjir yang melanda Kabupaten Sekadau saat ini merupakan banjir besar setelah banjir besar yang terjadi pada tahun 1983. Meskipun menurutnya banjir saat ini belum seberapa dibandingkan pada tahun 1983.

"Waktu itu Keraton masih bangunan yang lama, tiangnya masih kayu Belian itu banjir besar, orang di pasar pakai sampan semua tahun 1983, setelah itu baru banjir besar lagi di Sekadau ya sekarang ini," ujarnya.

Dikatakan Sulasdi dulu bencana alam seperti banjir cukup jarang terjadi, hal itu dikarenakan hutan masih banyak sehingga serapan air masih tinggi.

Namun sekarang karena hutan sudah berkurang dan banyaknya perkebunan kelapa sawit sehingga serapan air mulai berkurang.

Baca juga: Peringatan BMKG: Kalimantan Tengah Sudah Masuk Status Siaga Banjir, Warga 5 Provinsi Harus Waspada

Baca juga: BMKG Prediksi Seluruh Kalteng Siaga Banjir/Bandang, Potensi Terjadi Hujan Lebat, 7 November 2021

"Sekarang sudah banyak sawit, jadi serapan air kurang, pohon-pohon besar sudah ditebang, banjir ini segera datang, dan segera surut. Kalau dulu banjir jarang, sekali banjir betul-betul bencana alam," ungkapnya.

Diketahui banjir sudah menggenangi Kabupaten Sekadau sejak dua pekan terakhir dengan total 5.234 KK terdampak dan 18. 578 jiwa terdampak dari 26 desa se-kabupaten Sekadau. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Warga Sekadau Sebut Banjir Saat Ini Terbesar Setelah Tahun 1983 yang Landa Kecamatan Sekadau Hilir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved