Banjir Bukit Rawi

Banjir Bukit Rawi, Hindari 2 Titik Ini Bila Melintasi Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania

Pada dua titik itu kedalaman air lebih tinggi sehingga menyulitkan pengendara kendaraan bermotor terutama mobil kecil apalagi sepeda motor

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Pangkan Bangel
Seorang pengarah jalan yang tergenang air di Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania Bukit Rawi mengarahkan kendaraan bermotor agar tidak terperosok ke lubang jalan yang tertutup air, Minggu (7/11/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Banjir Bukit Rawi, bagi pengendara kendaraan bermotor yang akan melintasi Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi, harus sangat berhati-hati atau kalau bisa menghindari 2 titik ini.

Pada dua titik itu kedalaman airnya lebih tinggi sehingga bisa menyulitkan pengendara kendaraan bermotor terutama mobil kecil apalagi sepeda motor.

Apalagi di kawasan itu jalannya juga berlubang cukup dalam.

“Ada 2 titik yang paling dalam. Ada di tengah pada Km 3,5-4. Di situ paling tinggi airnya serta jalannya berlubang,” ungkap Ahmad Baharudin, seorang pengatur jalan di kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi yang tergenang air.

Baca juga: Polisi Atur Lalulintas Kendaraan Lokasi Banjir Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau Kalteng

Baca juga: NEWS VIDEO, Kelotok Penyeberangan Sepada Motor Dapat Berkah Banjir Bukit Rawi

Baca juga: NEWS VIDEO, Dampak Banjir Antrean Panjang Pengendara Lewat Kawasan Bukit Rawi

Minggu (7/11/2021) sore, Tribunkalteng.com kembali memantau kawasan itu, setelah melakukan hal serupa pada Jumat (5/11/2021).

Bila pada Jumat lalu ketinggian rata-rata air yang mengenangi jalan hingga selutut orang dewasa, sore tadi sudah mencapai paha.

Menurut Ahmad Baharudin, ketinggian air di Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania Bukit Rawi sejak Jumat hingga Minggu bertambah tinggi. 

“Air semakin tinggi. Paling dalam di tengah sana Km 3,5-4. Ketinggian air sudah sepaha orang,” kata  Ahmad Baharudin sembari mengarahkan kendaraan yang lewat agar tidak terperosok ke lubang dalam yang tertutup genangan air.

Akibat kondisi tersebut, para pengendara sepeda motor memilih balik arah atau menggunakan jasa kelotok penyeberangan bila ingin melanjutkan perjalanan.

“Airnya semakin tinggi, jadi saya takut juga kalau sampai motor mogok. Jadi lebih baik menggunakan kelotok untuk menyebarang,” ucap seorang pengendara sepeda motor, Dani Indra.

Pengendara sepeda motor harus berpikir ulang bila melewati Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi karena ketinggian air semakin ke tengah makin tinggi dan banyak lubang, Minggu (7/11/2021)
Pengendara sepeda motor harus berpikir ulang bila melewati Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Penda Barania Bukit Rawi karena ketinggian air semakin ke tengah makin tinggi dan banyak lubang, Minggu (7/11/2021) (Tribun Kalteng/Pangkan Bangel)
Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved