Berita Pulang Pisau

Petani Desa Talio Hulu Pulang Pisau Terbantu Irigasi Membaik Lahan Pertanian Tak Lagi Kebanjiran

Petani di Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengaku, kembali bergairah lahan mereka tak lagi banjir.

Penulis: Fathurahman | Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Irigasi Buka tutup air dikerjakan Badan Restorasi Gambut dan Mangrov (BRGM) di lokasi lahan pertanian Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau Kalteng sangat membantu pengembangan pertanian masyarakat setempat. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANGPISAU - Petani di Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengaku, kembali bergairah mejalani usaha pertanian karena lahan pertanian mereka, karena lahan pertanian tidak lagi kebanjiran saat musim hujan.

Para petani eks Program Pembukaan Lahan Gambut  (Eks PLG) Sejuta Hektare dan petani baru di Desa Talio Hulu Pulang Pisau, mengaku kembali bergairah menggarap lahan untuk pertanian, karena pengaturan air irigasi di lahan pertanian mereka sudah baik.

Ini setelah adanya bantuan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrov (BRGM) yang melakukan pembenahan pengairan di lokasi lahan pertanian milik warga Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau tersebut sejak tahun 2020 lalu.

Salah satu Petani Lahan Gambut di Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Suyono, Selasa (2/11/2021)  mengaku telah dua tahun mengikuti program pertanian yang dibina oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrov (BRGM) tersebut.

Baca juga: Capaian Hasil Pertanian di Desa Talio Hulu Pulang Pisau Kalteng Dipuji Kepala BRGM

Baca juga: Profil Irjen Pol Nanang Avianto Kapolda Baru Kalteng, Pengalaman di Reserse, Sabhara dan Propam

Baca juga: Pemko Palangkaraya Kirim 53 Peserta Ikuti IBAB dan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Pulang Pisau

Dia mengatakan, selama dua tahun ikut kegiatan pertanian di bawah binaan BRGM hasil yang didapatkan cukup baik, dibandingkan saat program PLG yang lalu, karena saat itu tidak ada pengaturan pengairan seperti sekarang.

"Dulu lahan pertanian yang kami garap di lokasi Eks PLG ini sering banjir, karena belum ada tata kelola air di lahan gambut yang baik seperti sekarang," ungkapnya.

Dia menegaskan, keberadaan BRGM yang mengelola pengairan lahan pertanian di lokasi lahan Desa Talio Kecamatan Pandih Batu Pulang Pisau sangat membantu petani setempat untuk bercocok tanam.

"Saat ini kami sudah bisa lebih baik mengelola lahan, karena pengaturan air irigasi di lahan pertanian sudah sangat baik, sehingga tidak kebanjiran lagi. Ini sangat membantu kami ," ungkapnya.

Saat kunjungan kerja Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono, di Desa Talio Hulu.

Dia menjelaskan, irigasi yang mereka perbaiki dengan cara buka tutup air sudah berjalan dengan baik.

"Ini juga yang mengakibatkan dampak baik untuk pengembangan lahan pertanian di Desa Talio Hulu. Semoga hasil pertanian di lokasi ini semkin baik, petaninya makin sejahtera," ujarnya.

Tidak hanya budidaya padi, program ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Pulang Pisau juga menyasar kegiatan diversifikasi pangan lainnya.

Masyarakat petani menanam mengolah berbagai tanaman pangan seperti jagung, porang, termasuk budidaya perikanan dan kegiatan agroforestri seperti yang saat ini dilakukan di lahan mereka.

Suyono, Petani Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau.
Suyono, Petani Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. (faturahman/tribunkalteng.com)

Selain merupakan bagian dari Program pemulihan ekonomi nasional (PEN)  revitalisasi lahan gambut untuk ketahanan pangan juga merupakan langkah untuk mendukung program Food Estate yang dirancang oleh pemerintah pusat. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved