Breaking News:

Berita Pulang Pisau

Capaian Hasil Pertanian di Desa Talio Hulu Pulang Pisau Kalteng Dipuji Kepala BRGM

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Hartono, saat di lokasi pertanian Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalteng.

Penulis: Fathurahman | Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrov (BRGM) Hartono (kanan) saat memantau lokasi pertanian di Desa Talio Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah,Selasa (2/11/2011). 

TRIBUNKALTENG.COM,  PULANGPISAU - Lahan pertanian di Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau  Kalimantan Tengah, Selasa (2/11/2021) ditinjau Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrov Republik Indonesia (BRGM) , Hartono bersama jajarannya.

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Hartono, saat berada di lokasi pertanian Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, mengaku senang karena hasil pertanian warga setempat sudah semakin baik.

Tata kelola pengairan yang dibantu oleh BRGM sudah berjalan dengan baik sehingga hasil pertanian pun semakin membaik sehingga petani lokal di lokasi tersebut merasa terbantu dengan adanya campur tangan BRGM di lokasi pertanian tersebut.

"Alhamdulillah hasil pertanian petani di lokasi ini semakin membaik, mereka bahkan bisa perhektare menghasilkan 6,6 ton perhektare, ini sudah sangat baik," ujarnya.

Baca juga: Food Estate Kalteng, Andrie Elia Berharap Lulusan Perguruan Tinggi Bisa Menjadi Petani Milenial

Baca juga: BRGM Gelar Dialog Bernas Pengelolaan Lahan Gambut Wilayah Kalimantan

Baca juga: Profil Irjen Pol Nanang Avianto Kapolda Baru Kalteng, Pengalaman di Reserse, Sabhara dan Propam

Dia menjelaskan, pertanian tanaman padi dan lainnya  yang dilaksanakan di lahan gambut Kalimantan Tengah ternyata bisa melebihi hasil pada tanah aluvial seperti lahan pertanian yang ada di Pulau Jawa.

Hartono menjelaskan, target untuk hasil pengembangan lahan pertanian di Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau mencapai 7 ton perhektare.

"Ini merupakan angka maksimum hasil pertanian padi yang pernah di raih di lahan gambut," ungkapnya.

Kunjungan kerja ini merupakan agenda yang kedua kalinya, setelah pada awal tahun 2021 melakukan agenda panen bersama budidaya padi di lahan gambut. 

Program pertanian ketahanan pangan di desa tersebut merupakan salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah di awal pandemi yang lalu.
Dalam skema program PEN, penguatan ketahanan pangan adalah salah satu prioritas utama. 

Sejak tahun 2020 lalu, BRGM turut berpartisipasi melaksanakan program ketahanan pangan dengan pola padat karya pada lahan gambut di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrov Republik Indonsia  (BRGM- RI), Hartono saat menabur benih padi  di lahan pertanian Desa Talio Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah,Selasa (2/11/2011).
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrov Republik Indonsia (BRGM- RI), Hartono  dan jajarannya, saat menabur benih padi di lahan pertanian Desa Talio Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah,Selasa (2/11/2011). (faturahman/tribunkalteng.com)

Program tersebut menggunakan metode demonstration farm (Demfarm) yakni budidaya padi pada lahan gambut pasang surut seluas 235,5 ha di Desa Talio Hulu. 

Lahan gambut yang luas tersebut dikelola kelompok masyarakat (Pokmas) Gambut Berseri Desa Talio Hulu, gabungan dari 6 kelompok tani (Poktan), yakni Karya Abadi, Rukun Tani, Usaha Jaya, Margo Mulyo, Karya Jaya dan Sari Tani.  

Demfarm budidaya padi lahan gambut pasang surut ini adalah satu agenda vital yang dilakukan oleh Badan Restitasi Gambut dan Mangrov (BRGM). (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved