Berita Kalbar

Hujan Intensitas Tinggi Guyur Kalbar, Enam Kecamatan di Kabupaten Sanggau Dilanda Banjir

Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, menyebabkan enam kecamatan Sanggau banjir.

Editor: Fathurahman
Tribunpontianak.co.id / Hendri Chornelius
Kondisi banjir di Kampung Wisata Sentana, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Minggu 31 Oktober 2021. 

TRIBUNKALTENG.COM, SANGGAU - Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Ini menyebabkan beberapa kecamatan di Sanggau yang  selama ini menjadi langganan banjir terendam air diduga akibat sungai setempat tidak mampu menampung sehingga meluber ke permukiman masyarakat.

Informasi terhimpun menyebutkan setidaknya terdapat enam kecamatan di Sanggau yang dilanda banjir akibat curah hujan tinggi tersebut.

Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau Siron, saat dimintai keterangan seputar banjir yang melanda Sanggau membenarkannya.

Baca juga: Tiga Penambang Ilegal Danau Biru Singkawang Kalbar Ditangkap, Polisi Sita Peralatan Menambang

Baca juga: Warga Singkawang Kalbar Resah Anjing Diduga Mengidap Rabies Berkeliaran di Permukiman

Baca juga: Seorang Pengendara Tewas Dalam Lakalantas di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 13 Kubu Raya Kalbar

Dia menyampaikan, laporan yang masuk sebanyak Enam Kecamatan di Kabupaten Sanggau yang dilanda banjir. Banjir diduga terjadi akibat tingginya curah hujan belakangan ini.

"Di antaranya Kecamatan Kapuas, Kecamatan Mukok, Kecamatan Jangkang, Kecamatan Meliau, Kecamatan Toba dan Kecamatan Tayan Hilir," katanya melalui telpon selulernya, Minggu 31 Oktober 2021.

Berdasarkan pantauan dibeberapa titik lokasi dalam Kota Sanggau pada 30 Oktober 2021, ketinggian air bertambah 10 sampai 15 centimeter.

"Dan untuk di Desa Balai Sebut, Kecamatan Jangkang ketinggian air sudah berangsur surut,"ujarnya.

Data sementara yang terdampak banjir di Kecamatan Kapuas diantaranya Kelurahan Tanjung Kapuas 79 KK (321 jiwa), Kelurahan Tanjung Sekayam 5 KK (25 jiwa ), Kelurahan Sungai Sengkuang 50 KK (262 jiwa), Kelurahan Beringin 53 KK (266 jiwa).

"Kemudian di Desa Penyaladi Hilir 5 KK (27 jiwa), Dusun Sei Bemban, Desa Sungai Batu 136 KK (426 jiwa ), Dusun Sepona, Desa Nanga Biang 52 KK (156 jiwa ), Dusun Sebongkup, Desa Nanga Biang 142 KK (450 jiwa), Desa Sungai Muntik 5 KK (19 jiwa )
dan di Desa Semerangkai (Proses pendataan)," jelasnya.

Kemudian di Kecamatan Mukok, Desa Inggis 249 KK ( 729 jiwa ), Desa Kedukul 80 KK ( 285 jiwa ) dan Desa Semuntai 40 KK (110 jiwa ). Kecamatan Jangkang, Desa Balai Sebut 452 KK (1455 Jiwa dan air berangsur surut ).

Kemudian di Kecamatan Meliau, Desa Pampang Dua 39 KK (152 jiwa), Desa Meliau Hulu 119 KK (366 jiwa), Desa Meliau hilir 162 KK (575 jiwa), Desa Kuala Buayan 500 KK (2000 jiwa) dan Desa Sungai Mayam 59 KK (236 jiwa).

Kecamatan Toba, Desa Belungai Dalam 179 KK (595 jiwa), Kecamatan Tayan Hilir, Desa Melungai, Desa Pedalaman, Desa Kawat, Desa Pulau Tayan Utara, dan Desa Lalang masih dalam proses pendataan.

"Jumlah KK dan jiwa yang terdampak banjir Kecamatan Kapuas, 537 KK (1.198 jiwa), Kecamatan Mukok 369 KK (1.124 jiwa), Kecamatan Jangkang 452 KK (1.455 jiwa), Kecamatan Meliau 879 KK (3.329 jiwa), Kecamatan Toba 179 KK (595 jiwa) dan di Kecamatan Tayan Hilir masih proses pendataan. Totalnya 2.416 KK (7.701 jiwa)," ujarnya.

Siron mengatakan pihaknya intens melakukan pemantauan lokasi banjir di dalam Kota Sanggau dan berkoordinasi dengan Pol Air Polres Sanggau, Tagana Kecamatan Kapuas untuk kesiapan personal dan armada apabila adanya evakuasi.

Baca juga: Dua Kapal Nelayan Terbakar saat Sandar di Dermaga Desa Sukabangun Dalam Kalbar

Baca juga: Banjir Yang Melanda Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar Berangsur Surut

"Kemudian berkoordinasi dengan perangkat RT dan Desa yang terdampak banjir via komunikasi untuk selalu memberi imbauan kepada masyarakat agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan sebagai dampak dari Banjir,"ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro menambahkan bahwa jika di rata-ratakan ketinggian banjir di enam Kecamatan itu berkisar 80 senti meter. Diimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada.

"Di Sungai Muntik sementara ada yang mengungsi ke rumah kerabat. Rencananya nanti Tim akan turun ke Sungai Muntik,"ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Ribuan Warga yang Berada di Enam Kecamatan Kabupaten Sanggau Terdampak Banjir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved