Breaking News:

Wakil Menteri Asal Kalteng, Alue Dohong Minta Tak Ada Pembersihan Hutan, Lahan Sawit Sudah Cukup

Wamen LHK Alue Dohong menegaskan kebutuhan untuk lahan sawit sudah sangat cukup, hanya tinggal ditingkatkan produktivitasnya

Editor: Dwi Sudarlan
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Alue Dohong, putra Kalimantan Tengah yang berada di kabinet 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Alue Dohong, putra Kalimantan Tengah yang menjabat Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), kembali menegaskan komitmennya untuk mencegah kembali terjadinya pembalakan hutan, terutama di Pulau Kalimantan.

Wamen LHK Alue Dohong menegaskan kebutuhan untuk lahan sawit sudah sangat cukup, hanya tinggal ditingkatkan produktivitasnya.

“Di Kalimantan, kita harus menjaga sisa hutan yang ada. Saya sebagai orang Kalimantan ingin tidak ada lagi pembersihan hutan di Kalimantan, khususnya hutan primer dan sekunder yang masih baik. Sawit saya kira sudah cukup, tinggal kita tingkatkan produktivitas saja,” ujar wakil menteri asal Kalteng ini. 

Wamen LHK Alue Dohong juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hutan sebagai penopang hidup manusia.

Dalam konteks pandemi, Wamen LHK mendorong yang namanya Forest Healing Activities, yakni kembali ke hutan untuk memperoleh udara segar.

Baca juga: Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, BRGM Optimalisasikan Sumur Bor untuk Pembasahan Lahan Gambut

Baca juga: Lestarikan Hutan Kota Palangkaraya, Wali Kota Fairid Naparin Giatkan Penanaman Pohon

Tujuannya, untuk mengurangi stres hingga mendapatkan oksigen gratis di hutan.

“Kita kembali ke hutan sebagai bagian dari penyembuhan fisik, psikis, dan kejiwaan kita sehingga kita senang dan gembira di hutan, Covid tidak bisa masuk,” kata Alue Dohong saat diwawancara Tribunnews.com, Kamis (28/10/2021).

Sebagai Putra dari Suku Dayak, ia berkomitmen mengemban amanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu Menteri LHK Siti Nurbaya dalam menjalankan tugas dan fungsi kementerian.

Salah satunya pengelolaan hutan di Kalimantan, tanah kelahirannya.

Wamen LHK bercerita, baru-baru ini pemerintah membuat semacam kebijakan yang disebut forest and land use exit by 2030.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved