Breaking News:

Berita Palangkaraya

Pesilat Kalteng Benny Alan Prasetyo Termotivasi Raih Prestasi Karena Sering Dibully

Satu di antara pesilat berprestasi yang bertanding di Kejuaran Pencak Silat Open Danrem 102 Cup 2021 Benny Alan Prasetyo termotivasi karena dibully

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
Muhammad Lamsi/Tribunkalteng.com
Benny Alan Prasetyo Atlet Pencak Silat dari Perguruan Pencak Silat Cipta Sejati Kota Palangkaraya Minggu (24/10/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kejuaran Pencak Silat Open Danrem 102 Cup 2021, resmi dibuka oleh Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, Jumat (22/10/2021) dan acara ini berlangsung sampai Minggu (24/10/2021).

Acara pencak silat ini diikuti oleh atlet-atlet se-Kalimantan Tengah, berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut Km 5,5, Kota Palangkaraya.

Satu diantara atlet yang bertanding bernama Benny Alan Prasetyo atau biasa di sapa dengan nama Awen.

Awen merupakan atlet yang sudah malang melintang mengikuti turnamen Pencak Silat baik tingkat Kota maupun Provinsi.

Baca juga: Panitia Siapkan Dokter dan 4 orang Tim Medis di Kejuaraan Pencak Silat Open Danrem 102 Cup

Baca juga: NEWS VIDEO, Brigjen TNI Yudianto Putrajaya Buka Kejuaraan Pencak Silat Open Danrem 102 Cup 2021

Baca juga: DPW KSBN Kalteng Gelar Pertunjukan Seni Tenggelamnya Kapal Onrust di Palangkaraya

Ia pernah menjuarai turnamen Porkot Kota Palangkaraya Juara 1 tahun 2016 bahkan pernah juara 3 Porprov Kalteng 2017.

Atlet silat dari perguruan Cipta Sejati Kota Palangkaraya ini mengikuti turnamen silat kali ini turun pada kelas G dewasa.

Ia mengaku dalam turnamen ini tidak ada latihan khusus karena kesibukannya sekarang sambil bekerja.

"Tidak ada latihan khusus karena sambil bekerja jadi saya cuma menyempatkan latihan fisik selama 2 jam setelah pulang kerja dan latihan teknik selama 30 menit per hari," ujar Benny Alan Prasetyo atau Awen.

Awen menceritakan bahwa ia menyukai silat semenjak kelas 5 SD dan karena sering dibully akhirnya ia bertekad ingin mengikuti silat.

"Semenjak kelas 5 SD saya mengikuti latihan silat dan alasannya karena sering dibully akhirnya saya berpikiran ikut silat karena ingin balas dendam," ujarnya.

Namun seiring berjalannya waktu Awen menyadari balas dendam itu tidak baik dan ketika menjadi juara silat ia lebih menyukai olahraga silat dan tidak jadi untuk balas dendam.

Ia mengungkapkan sering dibully karena alasan ras.

"Saya dibully karena ibu saya China dan bapak saya Jawa, itu yang membut saya dibully waktu masih kecil," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved