Berita Kapuas

Ada Penampilan Pidato Tiga Bahasa Saat Peringatan Hari Santri di Kabupaten Kapuas

Peringatan Hari Santri akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2021 di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng)

Tayang:
Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Fathurahman
fadly/tribunkalteng.com
Panitia Pelaksana Hari Santri Tahun 2021 saat menggelar rapat persiapan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Peringatan Hari Santri akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2021 di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng)

Panitia pelaksana pun telah mematangkan persiapan acara yang akan diadakan dua hari mendatang.

"Nanti acaranya di kawasan Islamic Center Masjid Agung Al-Mukarram Kualakapuas," kata Ketua Panitia Pelaksana, Dr H Junaidi kepada Tribunkalteng.com, Rabu (20/10/2021) sore.

Dilanjutkannya, dalam memperingati Hari Santri nantinya akan digelar beberapa rangkaian kegiatan.

Diantaranya upacara peringatan Hari Santri Nasional, pembacaan zikir dan doa.

"Upacara peringatan Hari Santri Nasional ini nantinya akan dilaksanakan di Halaman Masjid Agung Al-Mukarram Kualakapuas," ujarnya.

Selanjutnya, akan diadakan pembacaan zikir dan doa yang dilaksanakan di dalam Masjid Agung.

Kemudian, disampaikannya juga sebelum pelaksaan upacara, terlebih dahulu diadakan penampilan pidato tiga bahasa.

Yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab) oleh Santri Pondok Pesantren.

"Ini gambaran awal untuk pelaksanaan peringatan Hari Santri Tahun 2021 di Kabupaten Kapuas nantinya dan dapat berkembang kedepannya, menyesuaikan aturan-aturan yang berlaku," tambah H Junaidi.

Ditambahkan Ketua Tanfidziyah NU KH Nurani Sarji, berharap pelaksanaan peringatan Hari Santri Tahun ini dapat berjalan dengan lancar.

"Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kapuas, H Hamidhan mengungkapkan pada peringatan Hari Santri 2021 ini mengusung tema "Santri Siaga Jiwa Raga".

"Santri siaga jiwa berarti santri tidak pernah lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai dan ajaran islam serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

"Sedangkan siaga raga artinya badan, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved