Berita Kriminal

Kapolsek Parigi Moutong Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Lepaskan Ayah Korban dari Tahanan

Diduga memerkosa seorang anak tersangka, Kapolsek Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Iptu IDGN dicopot dari jabatannya

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas.com
Ilustrasi perkosaan, Kapolsek Parigi Moutong Sulteng diduga memerkosa anak seorang tersangka 

TRIBUNKALTENG.COM - Diduga memerkosa seorang anak tersangka, Kapolsek Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Iptu IDGN dicopot dari jabatannya.

Kabatnya, Kapolsek Parigi Moutong Iptu IDGN memerkosa seorang perempuan anak seorang tersangka yang ditahan di Mapolsek Parigi Moutong.

Modusnya, Kapolsek Parigi Moutong itu menjanjikan bisa melepaskan tersangka itu dari tahanan itu asalkan anak perempuannya bersedia melayani nafsu bejatnya.

Akhirnya, agar sang ayah bebas, korban yang berinisial S (20) bersedia melayani Ipda IDGN di salah satu hotel di Parigi Moutong.

Baca juga: Miris, Ini Pengakuan Anak Anggota DPRD yang Berulang Kali Perkosa Siswi SMP Lalu Dijadikan PSK

Baca juga: Beralasan untuk Bayar Utang Rp 300 Ribu, 10 Remaja Perkosa Gadis, 1 Pelaku Masih Berusia 12 Tahun

Baca juga: Kabur dari Kaltim SG Tersangka Tindak Asusila Terhadap Anak di Bawah Umur Ditangkap di Kalsel

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Pol Didik Supranoto sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi seperti keluarga dan pengelola hotel tempat terjadinya tindak asusila itu, Senin (18/10/2021) kemarin.

Korban S juga sudah diperiksa oleh Propram Polda Sulteng.

"Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh Propram Polda Sulteng, tadi sudah dilakukan pemeriksaan pada saksi termasuk juga korban S ini," kata Didik, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Selasa (19/10/2021).

Saat menjalani pemeriksaan, Didik menyebut korban didampingi oleh sejumlah pengacara dan keluarganya.

Dari hasil pemeriksaan, barang bukti yang diperoleh adalah percakapan antara S dan Iptu IGDN di WhatsApp.

"Dari hasil pemeriksaan korban, barang bukti yang kita peroleh adalah hanya berupa chat di WhatsApp."

"Tapi permasalahan ini tidak hanya ditangani Propram terkait kode etik saja, tetapi juga ditangani oleh Ditkreskrimsus terkait pidana," ungkap Didik.

Buntut dari kasus ini, Didik menyebut Iptu IDGN sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolsek Parigi Moutong.

Iptu IDGN pun dipindahtugaskan di Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Sulteng.

Dia juga masih menjalani pemeriksaan di Propram dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved