Breaking News:

Berita Palangkaraya

Polda Kalteng dan OJK Bentuk Tim Terpadu Bongkar Praktik Pinjol di Kalimantan Tengah

Polda Kalimantan Tengah dan OJK bentuk tim terpadu penanganan pinjol yang meresahkan di masyarakat luas, upaya pencegahan praktik di Kalteng

Penulis: Yonathan | Editor: Sri Mariati
IST/Humas Polda Kalteng
Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) bersama Kepala OJK Kalteng Otto Fitriandy (kiri) dalam kegiatan apel pembentukan tim terpadu pemberantasan pinjol ilegal, Senin (18/10/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Polda Kalimantan Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkoordinasi dan bersinergi membentuk tim terpadu penanganan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Hal ini dikatakan oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo pada kegiatan apel pembentukan tim terpadu pemberantasan pinjol ilegal, Senin (18/10/2021).

Dedi Prasetyo mengatakan lembaga yang memiliki otoritas untuk melakukan assessment apakah ada pinjol ilegal di Kalimantan Tengah berada di tangan OJK.

Apabila ada pinjol ilegal, tegas Dedi Prasetyo, maka akan dilakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Tim terpadu ini akan membuat sistem pengaturan online secara terpadu," ucap Dedi Prasetyo.

Menurutnya, apabila ada masyarakat di Kalteng yang merasa dirugikan terkait pinjol ilegal, tim akan melakukan  tindakan hukum sesuai yang berlaku.

Baca juga: Ikuti Instruksi Kapolri, Orang Masuk Polda Kalteng Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Ditresnarkorba Polda Kalteng Amankan Tiga Pengedar Narkoba Kotim dan Palangkaraya

Baca juga: Hilangkan Trauma, Polwan Polda Kalteng Ajak Anak-anak Korban Banjir Bermain

“Harapan kita tim terpadu ini mampu mencegah dan bongkar praktik secara dini pinjol ilegal yang ada di Kalimantan Tengah," tutup Dedi Prasetyo.

Sementara Kepala OJK Kalteng Otto Fitriandy menjelaskan, pihaknya mengapresiasi langkah Polda Kalimantan Tengah dalam upaya penanganan pinjol ilegal di Bumi Tambun Bungai ini.

"Kami sangat mengapresiasi upaya pihak Polda Kalimantan Tengah menindak lanjuti kejahatan pinjol ilegal," ujarnya.

Tambah Otto Fitriandy, secara keseluruhan dalam rangka konteks satgas waspada investasi ini merupakan terobosan yang ada di Kalimantan Tengah untuk bergerk lebih dini seperti yang disampaikan oleh Kapolda.

"Meskipun belum terjadi seperti kasus di daerah lain, tetapi paling tidak kita dapat melakukan pencegahan atau tindakan lebih dini apabila mendapatkan laporan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved