Breaking News:

Berita Palangkaraya

NEWS VIDEO, Wisata Religi Sembari Menikmati Aktifitas Warga di Pinggiran Sungai Kahayan Palangkaraya

Makam datu Tundai jadi salah satu alternatif wisata religi di Kota Palangkaraya.

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman

TRIBUNKALTENG, PALANGKARAYA –Makam datu Tundai jadi salah satu alternatif wisata religi di Kota Palangkaraya.

Lokasi makam ini belum banyak yang tahu ke lokasi tersebut sambil menikmati suasana hutan dan Sungai Kahayan.

Makam Datu Tundai sendiri merupakan makam dari seorang wali Allah asal Kalimantan Selatan yang mempunyai misi menyebarkan agama islam.

Datu Tundai hanya sebutan atau gelar karena makam Wali Allah ini berada di Pertigaan Sungai Kahayan dan Perkampungan Tundai.

Baca juga: Pererat Persaudaraan, PMII Rayon Perjuangan Al Fatih Gelar Wisata Religi ke Makam Datu Tundai

Baca juga: Makam Datu Tundai Jadi Tempat Wisata Religi Alternatif di Palangkaraya, Ini Cara Menuju ke Lokasi

Baca juga: Akses Jalan Mahir Mahar Palangkaraya Terhenti Akibat Pohon Tumbang Tutup Badan Jalan

Nama asli dari Datu Tundai sendiri adalah Al Habib Muhammad Yasin bin M Husein Al Idrus, yang sampai sekarang tidak diketahui kapan ia wafat.

"Menurut kisah dari orang-orang terdahulu bahwa datu tundai ini Wali Allah yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan yang mempunyai misi melakukan penyebaran agama islam melalui dagang," ujar Abah Ipan selaku pengemudi Klotok yang sering membawa wisatawan ke Makam Datu Tundai.

Sampai sekarang belum diketahui Datu Tundai ini meninggalnya tahun kapan, yang jelas tertulis makam ini pernah di pugar dan diresmikan oleh Wali Kota Palangkaraya pada saat itu HM Riban Satia pada tahun 2013, ini tertuang dalam tulisan di Prasasti Makam Datu Tundai.

Untuk sampai ke Makam Datu Tundai ini tidak bisa melalui jalur darat melainkan harus melalui transportasi air atau biass disebut dengan Klotok.

Perjalanan menggunakan klotok ini memakan waktu satu jam waktu tempuh untuk sampai ke Makam Datu Tundai.

Dengan waktu satu jam tersebut kita bisa menikmati pemandangan hijaunya hutan dan derasnya air sungai kahayan serta dapat melihat kehidupan masyarakat pinggiran Sungai Kahayan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved