Breaking News:

Berita Kalbar

Terdesak untuk Biaya Hidup, Anak di Bawah Umur Curi Enam Sepeda Motor

Anak di bawah umur MF (16) ditetapkan Polres Sintang, Kalbar, anak asal Pekalongan ini terlibat pencurian enam sepeda motor milik warga Sintang

Editor: Sri Mariati
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Tersangka curanmor dan PETI digiring menuju tahanan usai dihadirkan saat Press Rilis di Mapolres Sintang, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, SINTANG – Anak di bawah berinisial MF ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sintang, Kalimantan Barat.

Pasalnya anak berusia 16 tahun asal Pekalongan, Jawa Tengah tersebut terlibat kejahatan pencurian sepeda motor enam unit milik warga Kabupaten Sintang.

Atas perbuatannya tersebut, MF ancam pasal 363 ayat 1 ke 3 KUHP dengan hukuman penjara selama lamanya 7 tahun.

Selain itu, Polres Sintang juga menetapkan AM sebagai tersangka yang diduga sebagai penadah. Keduanya kini ditahan di Mapolres Sintang.

Total ada lima laporan polisi dari perkara curanmor yang melibatkan anak di bawah umur.

"Total barang bukti yang diamankan 6 unit sepeda motor. Sementara 1 belum ada laporan. Satu LP ditangani Polsek Sintang Kota, AM penadah sudah ditetapkan tersangka. Berkas sudah tahap II," kata Wakapolres Sintang, Kompol Rizal Satria Ferdianto, Jumat 15 Agustus 2021 lalu.

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Anak di Bawah Umur Curi 6 Sepeda Motor di Sintang, Dijual untuk Kebutuhan Hidup.

Menurut Rizal Satria Ferdianto, terhadap 1 unit sepeda motor hasil kejahatan ada yang belum dijual tersangka, sementara ada beberapa yang sudah dijual dan dalam proses penyidikan ditetapkan satu orang tersangka penadah berinisial AM.

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Hoerrudin mengatakan tersangka baru kali pertama melakukan tindak pidana curanmor. Hasil curian tersebut dia jual dan uangnya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Dia masih di bawah umur, sehingga tidak kita hadirkan. Tersangka MF dan AM mereka berdua. Uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. MF orang luar kalimantan, tidak ada orangtuanya di Sintang. Sudah tidak sekolah lagi," ujar Hoerrudin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved