Breaking News:

PON XX Papua

Tak Bisa Main di PON XX Papua, Ini Curhatan Atlet PBSI Kalteng Muhammad Sultan Habibullah Mayang

Atlet Bulukangkis Kalimantan Tengah, Muhammad Sultan Nuhabibulah Mayang mengaku kecewa tidak bisa main di PON XX Papua.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Atlet Bulutangkis Kalimantan Tengah Muhammad Sultan Nuhabibulah Mayang saat menceritakan penolakannya saat ingin bertanding di PON XX Papu, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Atlet Bulukangkis Kalimantan Tengah, Muhammad Sultan Nuhabibulah Mayang mengaku kecewa tidak bisa main di PON XX Papua.

Dia sudah mempersiapkan diri berlatih selama 1,5 tahun untuk event PON XX Papua yang bergabung dengan Tim Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Tengah.

Kepada Tribunkalteng.com,  Kamis (14/10/2021) Sultan yang lahir di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini, meminta maaf kepada warga Kalteng, karena tidak bisa ikut main di PON XX Papua meski sudah yakin mampu menyumbangkan medali jika ikut main.

Baca juga: Atlet Bulutangkis Kalteng Muhammad Sultan Ditolak di PON XX Papua: Ada yang Mau Menjegal

Baca juga: Tiga Atlet Bulutangkis asal Kapuas Jadi Wakil Kalteng di PON XX Papua

Baca juga: Bergabung di Tim Dayung Kalteng Dua Personel Polda Kalteng Ini Raih Lima Medali di PON XX Papua

"Saya minta maaf, meski sebenarnya saya berharap bisa ikut bertanding di PON XX  Papua untuk masyarakat Kalteng tapi nyatanya saya tidak bisa main," ujarnya.

Dijelaskannya, persiapan untuk ikut PON sudah lama dilakukan dengan berlatih keras karena ingin ikut event tersebut. 

"Saya ingin buktikan bahwa saya bisa memberikan medali buat Kalimantan Tengah, tapi ternyata tidak bisa ikut main, akhirnya saya tidak bisa berbuat banyak," jelasnya lagi.

Lebih jauh dia mengungkapkan, para pemain Bulutangkis di PON XX Papua kebanyakan adalah teman-temannya di pelatnas." Kami main sama-sama saja, kadang mereka yang kalah kadang sayanya juga yang kalah, itu biasa," ujar Pemain Platnas juaraDjarum sirkuit nasional (Sirnas) Bulutangkis delapan kali ini.

Saat ditanya, ketika Injuri time dia ditolak main di PON XX Papua, Sultan mengaku  sudah ada feeling tidak bisa main di event olahraga tersebut lantaran masalah skorsing dari PBSI Pusat yang dijalaninya sejak Maret 2021 lalu.

"Orang melihat saya agak beda saat tes lapangan di PON XX Papua kemarin. Saya tanya teman, mereka juga balik nanya saya apakah bisa main ketika pertandingan di gelar, ternyata benar saya ditolak," ungkapnya sedih.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Kalteng, Suyanto, mengatakan, pihaknya sudah mengambil sikap membela diri saat technical meeting dari perwakikan KONI.

Karena semua persyaratan sudah dipenuhi, bahkan Tim Pengesahan PON juga sudah merestui, namun anehnya ketika Sultan ingin main, malah dilarang karena alasan skorsing.

Upaya perlawanan yang dilakukan pihaknya hasilnya nihil sangat tidak memuaskan, karena yang ditanya lain yang dijawab lain oleh panitia.

"Pertanayaan yang saya ajukan  ternyata jawabannya tidak sesuai dengan yang saya harapkan," timpalnya.

Dikatakan Sugiyanto, dia hanya minta satu jawaban saja yang sampai saat ini meraka tidak bisa menjawabnya dengan kepastian. 

Karena kami tidak menerima surat resmi yang menyatakan adanya larangan bagi Sultan untuk main di PON XX Papua." Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan itu," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved