Breaking News:

Berita Palangkaraya

NEWS VIDEO, Demam Babi Afrika di Palangkaraya Merebak, Penjual Daging Babi Keluhkan Omzet Menurun

Penyebaran  Virus Demam Babi Afrika di Kota Palangkaraya Kalteng berdampak bagi pedagang penjual daging babi di Pasar PU di Jalan S Parman.

Penulis: Yonathan | Editor: Fathurahman
yonathan/tribunkalteng.com
Penjual daging babi di pasar PU jalan S Parman Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penyebaran  Virus Demam Babi Afrika di Kota Palangkaraya Kalteng berdampak bagi pedagang penjual daging babi di Pasar PU di Jalan S Parman.

Para pedagang merugi akibat kurangnya minat pembeli daging babi di Kota Cantik tersebut karena takut menjangkit ke manusia.

Salah satu pedagang yang diwawancara tribunkalteng.com bernama Eka mengakui dia merugi setelah menculnya kabar virus tersebut.

Eka mengatakan merebaknya kabar virus tersebut membuat pelanggannya takut membeli daging yang dijualnya.

"Benar, setelah adanya kabar itu penjualan menurun karena pelanggan takut membeli daging yang dijual," ungkapnya.

Baca juga: DTPHP Kalteng Sebut Begini Gejala, Antisipasi dan Penanganan Virus Demam Babi Afrika

Baca juga: Virus Demam Babi Afrika Terdeteksi di Lima Wilayah di Kalimantan Tengah, 836 Kasus Babi Mati

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Mobil di Palangkaraya, Terjadi Beberapa Kali Ledakan, Pemadam Kewalahan

Dijelaskannya, daging yang dijualnya merupakan bagi yang sehat.

"Kami menjual daging yang sehat jika tidak sehat tentu pelanggan tidak akan membelinya," ungkapnya.

Biasanya menjelang siang daging dijual sudah habis dalam sehari biasa 4 sampai 5 ekor pada hari normal sebelum virus merebak. Namun sekarang yang dipotong hanya 2 ekor saja,"ucapnya.

Pembeli mulai sepi terjadi sekitar sebulan yang lalu saat awal wabah ini masuk ke Kalimantan Tengah.

"Harga jual daging babi saat ini turun dari harga Rp65 ribu sekarag turun menjadi Rp50 ribu,"ujarnya.

Eka berharap virus demam bai Aprika segera teratasi agar transaksi jual beli daging babi segera normal.

"Jika seperti ini terus  kami akan bangkrut dan tidak dapat menyekolahkan anak, karena pendapatan semua dari hasil penjualan ini," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved