Breaking News:

Berita Kapuas

Dua Desa di Kapuas Kalimantan Tengah Akan Dicanangkan Sebagai Desa Sadar Kerukunan

Dua desa disurvei oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas untuk pencanangan desa kerukunan.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Fathurahman
fadly/tribunkalteng.com
Kepala Kantor Kemenag Kapuas, H Hamidhan 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Rencana pencanangan desa kerukunan di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dua desa disurvei oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas.

Saat survei turut diikuti pihak Kesbangpol dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kepala Kantor Kemenag Kapuas H Hamidhan mengatakan di Provinsi Kalimantan Tengah hanya ada tiga Kabuapten yang mendapatkan bantuan desa sadar kerukunan.

Baca juga: Dinas Perikanan Kapuas Salurkan 51 Ribu Benih Ikan Lele kepada Pokdakan

Baca juga: Sinergi Bersama, Pemkab Kapuas Berikan Penghargaan Kepada Dandim

Baca juga: Torehkan Prestasi, Lasqi Kapuas Raih Tujuh Piala, Dua Orang Wakili Kalteng ke Tingkat Nasional

"Salah satunya di Kabupaten Kapuas, karenanya kami telah melaksanakan survei di dua desa," katanya yang juga Penanggung jawab Tim Survei, Selasa (12/10/2021).

Dua desa yang disurvei, lanjutnya, yakni Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang dan Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Catur.

Kedua desa tersebut menjadi calon desa kerukunan berdasarkan infomasi yang diperoleh dari KUA Kecamatan dan Pemerintah setempat.

"Penetapan survei dua desa tersebut berdasarkan indikator dari jumlah umat beragama yang ada yaitu Islam, Hindu, Kristen, yang menempati desa tersebut," bebernya.

Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang dan Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Catur memenuhi kriteria calon pencanangan desa kerukunan.

Sementara itu, Ketua Tim Survei, M Poteran Sosilo  mengatakan penetapan calon desa kerukunan akan ditentukan dengan hasil survei dari tim survei yang sudah dilaksanakan.

Ditambah pertimbangan dari Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol Kabupaten Kapuas dan FKUB Kabupaten Kapuas.

Selanjutnya akan diusulkan ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah untuk dibuatkan Surat Keputusan Penetapan Desa Kerukunan.

“Penilaian tim survei ini bertujuan agar dalam penetapan desa kerukunan benar-benar layak dicanangkan sebagai desa sadar kerukunan," kata Poteran yang juga Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kapuas.

Dilanjutkan Poteran, ini bukan sebagai patokan apakah salah satu desa tidak layak melainkan hanya untuk mempertimbangkan indikator yang disusun tim survei.

"Agar semua sesuai dengan petunjuk teknis yang ada," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved