Breaking News:

Berita Kalteng

DTPHP Kalteng Sebut Begini Gejala, Antisipasi dan Penanganan Virus Demam Babi Afrika

Kepala DTPHP Kalteng Sunarti mengatakan perlu antisipasi dan penanganan Demam Babi Afrika agar tidak membuat para peternak merugi

Editor: Sri Mariati
tribunkalteng.com
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Virus Demam Babi Afrika yang terdeteksi di lima daerah di Kalimantan Tengah patut diwaspadai.

Walaupun belum ada uji klinis virus tersebut bisa menular ke manusia. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalimantan Tengah Sunarti.

“Sampai saat ini belum ada menular ke manusia, hanya dari babi ke babi saja,” ucap Sunarti kepada Tribunkalteng.com, Selasa (12/10/2021).

Sunarti mengatakan, perlu adanya antisipasi dan penanganan virus Demam Babi Afrika ini. Agar tidak mengganggu perekonomian dari sektor peternakan di Kalimantan Tengah.

“Karena adanya virus ini tentunya peternakan babi yang ada saat ini pasti akan terdampak, karena banyak hewan peliharaan babi yang mati dan itu merugikan peternak,” tegasnya.

Menurut Wanita berhijab ini, perlu diketahui tanda-tanda apabila babi terserang virus Demam Babi Afrika ini.

Seperti deman mencapai 42 derajat celcius, kondisi badan kemerahan sampai kebiruan di kaki, telinga, moncong,  perut, hilang selera makan, tidak mampu berdiri, dan kejang-kejang.

“Bahkan kadang ditemukan muntah dan mencret darah, sampai mati tanpa gejala klinis,” beber Sunarti.

Tambahnya, apabila menemukan kasus seperti ciri-ciri tersebut, dianjurkan masyarakat untuk penanganan secepat mungkin.

“Jika sudah ada babi yang mati dalam satu kandang sebaiknya yang masih hidup dimusnahkan semua, segera disinfeksi kandang dan peralatan di kandang,” ujar Sunarti.

Selain itu, cegah memasukkan babi baru, orang Iain, dan kendaraan ke area kandang tanpa didisinfeksi.

Jika memberi pakan babi dari sisa makanan rumah tangga harus dimasak kembali agar virus Demam Babi Afrika mati.

“Serta tidak menjual babi atau daging babi yang sakit dan mati,” tandas mantan Asisten I Setda Kalimantan Tengah ini. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved