Breaking News:

Berita Kotim

Tiga Bulan di Kebun Karet Warga, 2 Orangutan Dievakuasi Setelah Ditembak Bius Petugas BKSDA

Petugas BKSDA sempat kesulitan menembakkan peluru bius karena kedua orangutan itu bergelantungan di pohon yang banyak dahan dan ranting

Editor: Dwi Sudarlan
Yayasan BOS
Ilustrasi orangutan di Kalimantan Tengah. Sabtu (9/10/2021), petugas BKSDA Kalteng melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap 2 orangutan yang 3 bulan terakhir berkeliaran di kebun karet warga Desa Bapanggang Raya, Kotawaringin Timur 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Melalui tembakan bius, tim BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Kalteng) menyelamatkan dan mengevakuasi dua orangutan di Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, Sabtu (9/10/2021).

Setelah pingsan, petugas kemudian memeriksa dua orangutan yang selama tiga bulan terakhir berkeliaran di kebun karet warga itu.

Ada dua orangutan yang diselamatkan, yakni induk berjenis kelamin betina diperkirakan berusia 15 tahun dengan berat 48 kilogram, sementara anaknya yang berjenis kelamin jantan berusia sekira dua tahun dengan berat 8  kilogram.

Berdasar hasil pemeriksaan fisik, tidak ditemukan bekas luka di tubuh orangutan tersebut.

Baca juga: Kaltengpedia, Pusat Rehabilitasi Nyarumenteng Palangkaraya, Sekolahnya Orangutan

Baca juga: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Dipindahkan ke Pulau Badak Kecil Kabupaten Pulang Pisau Kalteng

Upaya penyelematan dua orangutan itu melegakan warga setempat karena mereka terganggu oleh  keberadannya.

Terutama saat beraktivitas di kebun karet.

Penyelamatan dua satwa langka itu dilakukan BKSDA Kalteng bersama Orangutan Foundation International (OFI).

Tim BKSDA yang ditugaskan berasal dari Kantor Seksi  Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Sebelumnya, tim BKSDA Kalteng Pos Sampit melakukan pemantauan d lokasi kemudian melaporkannya ke BKSDA di Pangkalan Bun yang kemudian mengirim tim penyelamatan.

Petugas BKSDA sempat kesulitan menembakkan peluru bius karena kedua orangutan itu bergelantungan di pohon yang banyak dahan dan ranting.

Ketika ada kesempatan petugas langsung menembakkan tiga kali obat bius ke induk orangutan.

Selang tiga jam kemudian, induk orangutan itu ditemukan jatuh dan pingsan, sementara anaknya memeluk induknya tersebut.

Kedua orangutan itu langsung dievakuas ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan
Tengah di Pangkalan Bun. 

"Kita tunggu hasil pemeriksaan sebelum langsung dilepasliarkan di hutan atau perlu direhabilitasi terlebih dahulu hingga benar-benar siap untuk dilepasliarkan," kata Komandan Jaga BKSDA Kalteng Pos Sampit, Muriansyah.

Nantinya, kedua orangutan itu akan dilepasliarkan di Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa Lamandau. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved