Breaking News:

Tradisi Rabu Wekasan yang Konon Banyak Musibah, Simak Tata Cara Sholat Tolak Bala dan Pendapat Ulama

banyak orang yang kemudian melakukan Sholat Tolak Bala agar tidak terkena musibah di hari Rabu terakhir bulan Safar ini

Editor: Dwi Sudarlan
istimewa/surya
Ilustrasi Rebo Wekasan, Rabu terakhir bulan Safar yang diyakini banyak musibah, benarkah? Ini penjelasan ulama 

TRIBUNKALTENG.COM - Hari ini adalah Rabu terakhir bulan Safar yang biasa disebut Rabu Wekasan, Rebo Wekasan, Rebo Pungkasan dan Arba Mustakmir yang disebut-sebut sebagai hari penuh musibah.

Karena itu pula banyak orang yang kemudian melakukan Sholat Tolak Bala agar tidak terkena musibah di hari Rabu terakhir bulan Safar ini.

Bagi sebagian masyarakat, terutama di Jawa, pada hari ini biasanya dimulai rangkaian Upacara Adat Safaran yang berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid (Mulud).

Keistimewaan hari ini adalah karena inilah satu satunya hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat

Seperti upacara Sedekah Ketupat dan Babarit di daerah Sunda kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga: Besok Rabu Terakhir Safar 1443 H, Rabu Wekasan yang Banyak Musibah, Begini Hukumnya Dalam Islam

Baca juga: Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Apa Hukumnya? Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad & Ulama Lain

Baca juga: 10 Keistimewaan Bulan Rabiul Awal, Simak Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Catatan dalam adat Kejawen hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara, kecuali pada hari ini.

Konon ini adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.

Contoh-contoh upacara adat pada hari ini di Tanah Jawa,

1. Sedekah Ketupat, Sidekah Kupat di daerah Dayeuhluhur, Cilaca

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved