Maulid Nabi 2021

Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Berikut ini penjelasan dari Ustaz Abdul Somad tentang boleh atau tidak memperingati maulid Nabi Muhammad SWT. Nabi Muhammad SAW, lahir 12 Rabiul Awal

Penulis: Nor Aina | Editor: Rahmadhani
Tribunwow.com
tribunkalteng.com - maulid nabi muhammad 

رَبَّنَا وَابۡعَثۡ فِيۡهِمۡ رَسُوۡلًا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُوۡا عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الۡكِتٰبَ وَالۡحِكۡمَةَ وَ يُزَكِّيۡهِمۡ‌ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ

Artinya: "Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab serta mendapatkan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana".

Mereka melanjutkan doanya, "Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri,

baik keturunan kami maupun bukan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab Al-Qur'an dan Hikmah,

yakni sunah yang berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi, kepada mereka, dan menyucikan jiwa mereka dari syirik dan akhlak yang buruk.

Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa karena tidak seorang pun dapat membatalkan ketetapan-Mu, Mahabijaksana karena Engkau selalu menem pat kan sesuatu pada tempatnya."

Menjaga agar perayaan maulid Nabi Muhammad SAW tidak melenceng dari aturan agama, sebaiknya kita mengikuti etika-etika seperti berikut:

1. Mengisi dengan bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW

2. Berdzikir dan meningkatkan Ibadah kepada Allah SWT

3. Menceritakan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan-Nya serta membaca sejarah manusia.

4. Memberi sedekah kepada fakir dan miskin.

5. Meningkatka silaturahmi

6. Menunjukkan rasa gembira dan bahagia adanya merasakan senantiasa kehadiran Rasulullah SAW di tengah-tengah kita.

7. Mengadakan pengajian atau majlis ta'lim berikan anjuran untuk kebaikan dan mensuritauladani Rasulullah SAW.

Ustaz Abdul Somad juga memaparkan pendapat dari Ibnu Taiamiah.

Ibnu Taimiah menjelaskan, bahwa mengagungkan hari lahir Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai perayaan maka akan mendapat balasan pahala besar karena kebaikan niatnya dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW.

Ada juga pendapat lain dari Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani yang dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad.

"Hukum asal melaksanakan maulid adalah bid'ah, tidak terdapat seorangpun dari kalangan Salafushshalih dari tiga abad (pertama). Akan tetapi maulid itu juga mengandung banyak kebaikan dan sebaliknya. Siapa yang dalam melaksanakannya mencari kebaikan-kebaikan dan menghindari yang tidak baik, maka maulid itu adalah bid'ah hasanah," begitu pendapat Hafizh Abnu Hajar Al-'Asqalani.

"Jika senang menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, maka mati dalam keadaan bertauhid," pungkas Abdul Somad. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved