Breaking News:

Berita Kalteng

Akibat Intensitas Curah Hujan Tinggi, Wilayah Katingan dan Kotim Kembali Terendam Banjir

Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur (Kotim) kembali terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi selama dua hari terakhir

Penulis: Sri Mariati | Editor: Sri Mariati
Polda Kalteng
Warga Katingan Tengah Kalteng sulit beraktivitas karena banjir akibat luapan Sungai Katingan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sebagian wilayah Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur (Kotim) kembali terendam banjir.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemandam Kebakaran Kalimantan Tengah, Erlin Hardi mengatakan, akibat intensitas hujan cukup tinggi merendam sebagian kedua daerah tersebut.

“Ya sejak dua hari lalu sebagian Katingan dan Kotim kembali banjir,” ucapnya kepada Tribunkalteng.com, Rabu (6/10/2021).

Erlin Hardi menjelaskan, BPBD Kalteng belum mendapatkan laporan detail dari BPBD kabupaten.

Sehingga saat ini masih dilakukan koordinasi terkait daerah mana saja yang kembali terendam banjir.

Baca juga: News Video Gubernur Sugianto Sabran ke Kawasan Banjir Katingan-Kotim, Minta Bantuan Tidak Dikorupsi

Baca juga: Kwarcab Pramuka Banjar, Kalsel Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Banjir Katingan

“Karena datanya masih belum lengkap, yang saya tahu banjir adanya di Kecamatan Tumbang Samba saja, dan untuk Kotim masih diproses data dari BPBD Kotim,” bebernya.

Diungkapkannya, saat ini wilayah Kalimantan Tengah masih berpotensi terjadinya banjir di seluruh wilayah.

Sebab berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih tinggi terjadi.

Hasil prediksi BMKG untuk Kalimantan Tengah potensi intensitas hujan tinggi diantara 4 sampai 15 Oktober.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hingga 3 Oktober 2021, Kalimantan Tengah di Daftar Daerah Berpotensi Banjir

Baca juga: Usai Banjir Luapan Sungai Kahayan, Jalan Bukit Rawi Rusak Parah, Pengendara Harus Hati-hati

“Masuk musim hujan prediksi BMKG untuk Kalimantan Tengah berpotensi hujan yang cukup tinggi hingga Desember mendatang,” terang Erlin Hardi.

Sementara itu, terkait bantuan bagi warga yang terdampak banjir, diserahkan ke kabupaten masing-masing.

Sebab saat ini status tanggap darurat banjir sudah dicabut, dan penanganan korban banjir kewenangan masing-masing daerah.

“Artinya tetap berkoordinasi, hanya saja yang tahu dan punya wilayah kabupaten/kota. Sehingga kami minta mereka dulu untuk menyelesaikan permasalahan di daerahnya masing-masing,” pungkas Erlin Hardi. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved