Breaking News:

Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional, Makna Motif Batik Benang Bintik Khas Kalteng Balanga dan Kantong Semar

Memeriahkan Hari Batik Nasional Yayasan Govinda Saraswati menggelar kegiatan belajar membatik

Penulis: Yonathan | Editor: Fathurahman
yonathan/tribunkalteng.com
Beberapa perempuan di Palangkaraya tampak belajar membatik saat peringatan Hari Batik Nasional di gelar di Rumah Betang Eka Tingang Nganderang Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Batik khas Kalimantan Tengah (Kalteng) dikenal dengan sebutan batik kain benang bintik.

Motif batik yang ada dipakaian benang bintik selalu disertai dengan bentuk atau corak khas benda atau sesuatu yang selama ini banyak terdapat di Bumi Tambun Bungai.

Misalnya, corak balanga tanaman kantung semar juga ada bakantan dan bentuk lainnya.

Memeriahkan Hari Batik Nasional Yayasan Govinda Saraswati menggelar kegiatan belajar membatik dilaksanakan dari tanggal 2 Oktober hingga 5 Oktober 2021, hari ini di Rumah Betang Palangkaraya.

Tema yang diangkat adalah bakantan, balanga dan kantong semar khas Kalimantan.

Luh Putu Muliani Handayani, Ketua Panitia Peringatan Hari Batik di Palangkaraya banyak menjelaskan filosofi corak batik benang bintik yang dibuatnya.  

Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional Yayasan Govinda Latih Perempuan Kalteng Membatik di Rumah Betang

Baca juga: Batik Benang Bintik Paramita Kaya Warna dan Motif Modern

Baca juga: Hasil Jualan Batik Benang Bintik Kalteng, Paramita Mampu Memberangkatkan Orang tua Berhaji

Pembatik di Kalteng yang juga Ketua Yayasan Govinda Saraswati di Palangkaraya ini  menjelaskan banyak tentang makna dan filosofi corak batik khas Kalteng tersebut.

Saat Tribunkalteng.com menyambangi kegiatan membatik yang dilakukan Luh Putu.

“Filosofi corak balanga adalah apabila memiliki benda tersebut maka bisa dikatakan status sosialnya semakin tinggi,” jelasnya.

Menurut dia, balanga memiliki arti sebagai status sosial sehingga bagi yang memiliki balanga maka status sosialnya akan diakui," ungkap pembatik Kalteng ini.

Luh Putu juga menjelaskan makna corak tumbuhan kantong semar memiliki filosofi tersendiri yakni meski minim nutrisi tetapi ada usaha untuk bertahan hidup.

“Maksud usaha dari kantong Semar memakan serangga maknanya adalah usaha untuk bertahan hidup," terangnya.

Yakni kita dalam bermasyarakat jika memiliki kemampuan terbatas seperti nutrisi atau kemampuan lainnya bermakna seperti dalam tumbuhan kantong semar yang penuh keterbatasan tetapi bisa hidup.

“Balang bermakna status sosial sedangkan kantong semar yaitu usaha seseorang untuk dapat bertahan hidup,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved