Breaking News:

Besok Rabu Terakhir Safar 1443 H, Rabu Wekasan yang Banyak Musibah, Begini Hukumnya Dalam Islam

Sebagian masyarakat ada yang mempercayai pada Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir ada bencana dan musibah

Editor: Dwi Sudarlan
istimewa/bpost
Kepercayaan Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir pada Rabu terakhir Bulan Safar. Diyakini banyak musibah pada hari itu, begini hukumnya dalam Islam 

TRIBUNKALTENG.COM - Besok Rabu terakhir bulan Safar 1443 H, sebagian masyarakat menyebutnya Arba Mustakmir atau Rabu Wekasan yang konon penuh musibah, begini hukumnya dalam islam.

Ada beberapa istilah untuk menyebut Rabu terakhir di bulan Safar, yakni Arba Mustakmir, Rabu Wekasan, juga Rebo Wekasan.

Sebagian masyarakat ada yang mempercayai pada Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir ada bencana dan musibah.

Bulan Safar 1443 H yang berawal pada Rabu 8 September 2021 akan berakhir pada Kamis, 7 Oktober 2021 mendatang.

Jadi Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir jatuh pada Rabu 6 Oktober 2021.

Baca juga: Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Apa Hukumnya? Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad & Ulama Lain

Baca juga: Bulan Rabiul Awal 1443 Hijriah dan Maulid Nabi 2021, Simak 11 Sholawat yang Dianjurkan Diamalkan

Baca juga: Video dan Lirik Sholawat Maula Ya Sholli Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Sebenarnya dalam Islam, tidak ada hari Rabu Wekasan atau Arba Mustakmir.

Selain itu, meyakini datangnya malapetaka di akhir Bulan Safar juga sikap yang keliru, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم.

"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Safar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Menurut al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, hadits ini merupakan respons Nabi Muhammad SAW terhadap tradisi yang berkembang di masa Jahiliyah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved