Breaking News:

Jejak Tjilik Riwut di Palangkaraya

Tjilik Riwut Ajak Anak Rekreasi ke Area Proyek Jalan Rusia, Tenaga Ahli Tidur di Bukit Tangkiling

Saya dan kakak beberapa kali diajak ayah ke lokasi pembangunan. Ya dianggap sebagai rekreasi atau wisata

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Lokadata/Repro: Wisnu Agung Prasetyo/Dok Keluarga Tjilik Riwut
Foto kenangan keakraban Presiden Soekarno dan Tjilik Riwut dalam suatu acara 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Salah satu peninggalan monumental Pahlawan Nasional Tjilik Riwut di Palangkaraya Kalimantan Tengah adalah Jalan Tjilik Riwut.

Pembangunan jalan sepanjang 35 kilometer itu melibatkan tenaga ahli dari Uni Soviet (Rusia).

Tjilik Riwut yang saat itu menjabat gubernur Kalteng sering turun ke lapangan untuk memantau pembangunan jalan yang hingga kini masih kokoh tersebut.

Anak keempat mendiang Tjilik Riwut, Kameloh Ida Lestari alias Ida Riwut mengungkapkan tenaga ahli dari Rusia saat mengerjakan jalan tersebut kerap tidur di Bukit Tangkiling Palangkaraya.

Baca juga: Libatkan Tenaga Ahli Rusia, Batu-batu di Tangkiling Dihancurkan untuk Pembangunan Jalan Tjilik Riwut

Baca juga: NEWS VIDEO, Hatue dan Bawi Tambun Bungai Ingin Memperkenalkan Budaya Dayak ke Seluruh Dunia

Baca juga: Mulai Banyak Warga Palangkaraya Tidak Bermasker di Luar Rumah, Satgas Giatkan Lagi Operasi Yustisi

"Saat mengerjakan proyek tersebut para tenaga ahli dari Rusia kebanyakan membawa anak dan istrinya," ujarnya kepada TribunKalteng.com, beberapa hari lalu.

Sementara untuk tenaga lapangan, mayoritas warga Kalteng dan sekitarnya.

"Saya ingat, ketika batu di Bukit Tangkiling akan diledakan, ada peringatan menggunakan suara sirine, agar pekerja menjauh dari lokasi peledakan," ujar Ida Riwut.

Ida mengaku sering pula diajak ayahnya ke lokasi pembangunan jalan.

“Saya dan kakak beberapa kali diajak ayah ke lokasi pembangunan. Ya dianggap sebagai rekreasi atau wisata,” ucap dia.

Pembangunan Jalan Tjlik Riwut tidak terlepas dari rencana dan konsep pembangunan Kota Palangkaraya.

Kota ini dibangun dengan prinsip sumbu, yakni dari tiang pancang Bundaran Besar hingga Jalan Yos Sudarso. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved