Breaking News:

Jejak Tjilik Riwut di Palangkaraya

Jalan Rusia Menjadi Salah Satu Sumbu Palangkaraya Saat Disiapkan Jadi Ibu Kota Negara

Pembangunan Jalan Tjlik Riwut tidak terlepas dari rencana dan konsep pembangunan Kota Palangkaraya

Editor: Dwi Sudarlan
tribunkalteng.com/faturahman
Monumen di tengah Bundara Besar yang menjadi sumbu penataan kota Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Jalan Tjilik Riwut atau Jalan Rusia di Palangkaraya adalah karya monumental pahlawan nasional Tjilik Riwut Ketika menjabat gubernur Kalimantan Tengah.

Pembangunan Jalan Tjlik Riwut tidak terlepas dari rencana dan konsep pembangunan Kota Palangkaraya.

Kota ini dibangun dengan prinsip sumbu, yakni dari tiang pancang Bundaran Besar hingga Jalan Yos Sudarso.

Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Palangkaraya, Wijanarka ST, MT kepada TribunKalteng.com beberapa hari lalu mengatakan Kota Palangkaraya dibangun dengan prinsip sumbu.

Baca juga: Tjilik Riwut Ajak Anak Rekreasi ke Area Proyek Jalan Rusia, Tenaga Ahli Tidur di Bukit Tangkiling

Baca juga: Libatkan Tenaga Ahli Rusia, Batu-batu di Tangkiling Dihancurkan untuk Pembangunan Jalan Tjilik Riwut

“Sumbunya mulai dari tiang pancang bundaran besar sampai ke Jalan Yos Soedarso,” kata Wijanarka.

Sedangkan jalan di Bundaran Besar ada tujuh simpangan, tetapi hanya ada satu simpangan yang dulunya tidak terbangun, yaitu ke arah Kantor Kehutanan.

Ini juga termasuk jalan Tjilik Riwut yang dibangun Rusia.

Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Palangkaraya, Wijanarka ST, MT
Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Palangkaraya, Wijanarka ST, MT (istimewa)

Untuk pola, lanjut Wijanarka, bentuknya semula seperti jaring laba-laba, tetapi dalam tata ruang di tahun 1971 berubah, sehingga tidak berpola jaring laba-laba.

Untuk penataan jalan, Wijanarka mengungkapkan, terbagi menjadi beberapa bagian, ada yang disebut dengan istilah Jalan 60, Jalan 40, Jalan 30, dan Jjalan 20.

"Jalan 60 itu seperti di jalan Yos Sudarso, untuk Jalan 40 itu seperti Jalan Tjilik Riwut dan Imam Bonjol, Jalan 30 itu seperti jalan ke arah Bangunan Gedung Batang Garing dan Jalan menuju Jembatan Kahayan,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved