Selebrita

Panji Petualang Ingatkan Bahaya, Soal Heboh Temuan Ular Weling di Minimarket Klaten

Temuan ular weling di Klaten-Jatinom, Desa/Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Panji Petualang ingatkan soal bahaya. Ini kata si pemilik Garaga.

Editor: Nia Kurniawan
Kolase Tribun Jabar (Pixabay via Kompas dan Instagram/panjipetualang_real)
Panji Petualang ungkap ancaman ular weling yang bisa merenggut nyawa. 

TRIBUNKALTENG.COM - Belum lama ini heboh kemunculan ular weling di sebuah minimarket di Jalan Klaten-Jatinom, Desa/Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah.

Dari kejadian itu teringat bagaimana Youtuber Panji Petualang pernah ingatkan bahaya dari ular weling.

Ya, pemilik King Kobra Garaga ini mengingatkan ular berbisa itu masuk ke dalam keluarga besar ular kobra, 

Sementara itu saat kejadian di Klateng itu , ular ditemukan seorang karyawan minimarket saat sedang merapikan produk di rak minuman kemasan.

Baca juga: Dulu Bikin Lesti Kejora Teriak, Faisal LIDA si Pedangdut Asal Kalteng Kini Akting di FTV Indosiar

Baca juga: Drama Korea Squid Game Season 2, Sutradara Ungkap Soal Peluang Kelanjutannya

Soal kejadian ini bahkan sempat memantik reaksi Kasi Damkar Satpol PP Klaten, Sumino mengatakan, ular tersebut ditemukan di salah satu etalase kopi kemasan.

"Setelah kami mendapatkan informasi, kami mengirimkan satu regu damkar untuk mendatangi lokasi kejadian," kata Sumino kepada TribunSolo.com, Kamis (30/9/2021).

Petugas Damkar Satpol PP Klaten sedang mengevakuasi ular jenis Weling yang bersembunyi di rak minuman bubuk di Minimarket di Jalan Klaten-Jatinom, Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (30/9/2021) siang.
Petugas Damkar Satpol PP Klaten sedang mengevakuasi ular jenis Weling yang bersembunyi di rak minuman bubuk di Minimarket di Jalan Klaten-Jatinom, Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (30/9/2021) siang. (Dok Damkar Satpol PP Klaten via TribunSolo.com)

Sumino mengatakan saat petugas damkar telah tiba di lokasi, mereka langsung mengecek.

Dia mengatakan ular tersebut bersembunyi di balik kopi bubuk kemasan di rak toko tersebut.

"Setelah melihat hal tersebut, petugas kemudian mengevakuasi ular tersebut dengan alat penjepit," ucap Sumino.

Ia mengatakan ular tersebut berjenis Weling atau Bungarus.

Baca juga: Tabiat Asli Ruben Onsu dan Irfan Hakim Diungkap Jirayut, Kompak di Liga Dangdut Indonesia 2021

Baca juga: Daftar 5 Artis Ulang Tahun di Oktober, Sosok Prilly Latuconsina Hingga Tukul Arwana

Kemudian, dia menerangkan panjang ular tersebut sekitar 100 sentimeter.

"Evakuasi berlangsung selama 5 menit dan kami lakukan secara hati-hati agar tidak melukai ular tersebut," ujar Sumino.

Seperti yang dilansir Tribun Kalteng sebagian dari Tribunnews.com dengan judul Pegawai Minimarket Kaget Temukan Ular Weling di Rak Tempat Menjajakan Produk Minuman.

Perlu diketahui, ular weling atau bungarus candidus termasuk dalam suku atau golongan Elapidae.

Baca juga: Profil Bima Aryo, Intip Aksinya Saat Tangani Tubuh Celine Evangelista Hingga Nikita Mirzani

Baca juga: Sinopsis Boruto Episode 218: Rahasia Kawaki Kalahkan Isshiki, Boruto Hilang Kesadaran

"Ular weling jenis Bungarus spesies, Bungarus adalah keluarga ular golongan Elapidae yang masuk dalam keluarga besarnya kobra, hanya mereka berbeda spesies," ujar Panji Petualang.

Di antara ular Elapidae, ular welang termasuk pasif dan cenderung jinak.

Berbeda dengan ular king kobra yang sangat agresif.

"Di antara jenis elapidae, memang jenis bungarus termasuk ular yang pasif, tidak seperti king kobra yang sangat agresif, bungarus cenderung jinak," kata Panji Petualang.

Namun, tetap saja ancaman gigitan ular berbisa itu tak bisa dielakkan.

Apalagi jika ular weling merasa terusik atau terancam.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 2 Oktober 2021, Kabar Al Kecelakaan Picu Reaksi Amanda Manopo Saat Jadi Andin

Saat sang ular berada dalam kondisi terancam, maka akan lansgung melakukan gigitan.

"Namun ketika mereka merasa terusik dan terancam, mereka tak akan segan menggigit," katanya.

Panji Petualangan menyebut, ular weling memang sulit ditebak.

Ular tersebut disebut nyaris mirip dengan ular paling mematikan di dunia, yakni ular laut.

"Ular weling, berbisa namun pasif, aktif di malam hari, hampir mirip ular paling mematikan di dunia yaitu ular laut, namun merek asulit ditebak," katanya.

Ia pun menyebut, secara umum ular berbisa itu sudah memiliki bisa ular sejak menetas dari telurnya.

Hal inilah yang perlu diwaspadai.

Gigitan ular berbisa kecil, termasuk ular weling jauh lebih mematikan.

"Sejak menetas dari telur, ular berbisa sudah berbisa bahkan gigitannya justru lebih berbahaya drai ular lebih besar," kata Panji Petualang.

Hal ini disebabkan ular yang masih kecil belum bisa mengontrol bisa dalam tubuhnya.

"Ular kecil belum bisa mengontrol dari bisa yang mereka keluarkan," katanya.

Selain itu, Panji Petualang pun mengungkapkan, terkait serum antibisa untuk gigitan ular berbisa.

Menurutnya, di Indonesia baru ada antibisa jebolah Biofarma, yakni Biosave Polivalen.

Menurutnya, antibisa itu bisa mengobati gigitan ular weling, ular tanah, dan ular kobra.

"Bisa mengobati gigitan dari bungarus, yaitu welang atau weling, gigitan ular tanah, gigitan ular kobra," ujar Panji Petualang.

Namun, untuk ular berbisa lainnya seperti king kobra, Panji Petualang menyebut tak ada obatnya.

"Dan beberapa ular berbisa lainnya seperti king kobra dan lain-lain tidak bisa diobati dengna antibisa tersebut," katanya.

Sebagai informasi tambahan, diolah Tribunjabar.id dari berbagai sumber, ular weling ini banyak di temukan di Asia Tenggara.

Di Indonesia, jenis ular ini menyebar di Jawa hingga Bali.

Biasanya, ular weling kerap ada di kawasan pedesaan hingga perkotaan.

Ular berbisa itu kerap hidup di saluran air, semak-semak, hingga sawah, dan perkebunan.

Selain itu, ular itu pun kerap hidup di hutan, bukti, tanah yang berpasih, hingga bebatuan.

Ular weling penampakannya belang-belang.

Warnanya biasanya hitam putih, atau kuning putih.

ular weling memang memiliki bisa ganas yang mematikan.

Jenis bisanya, yakni neurotoksin.

Bisa tersebut memang ganas sehingga bisa menyebabkan kematian.

Selain ular weling, ada sejumlah ular berbisa lain yang memiliki neurotoksin.

Mulai dari ular laut hingga ular king kobra.

Mengenal Ular Weling

Ular Weling adalah ular berbisa yang sangat mematikan dan lebih kuat LD-50 daripada Naja kaouthia (kobra).

Bisa ular weling bersifat neurotoksik dan menyerang sistem saraf hingga menyebabkan kematian pada manusia.

Kematian otak, mati lemas karena kelumpuhan otot dan saraf yang diperlukan untuk fungsi-fungsi penting seperti diafragma, atau jantung, sering menjadi penyebab kematian.

Gejala yang timbul pada korban gigitan, satu di antaranya adalah kesulitan bernapas.

Dilansir thailandsnakes.com, tingkat kematian (Untreated Mortality Rate) akibat gigitan weling pada manusia sebesar 60% hingga 70%.

Ular weling suka memakan ular jenis lain yang berukuran lebih kecil.

Selain itu, hewan dengan nama latin Bungarus Candidus ini juga gemar memakan kadal, tikus, katak dan hewan kecil lainnya.

Pada malam hari, ular-ular ini menggigit dengan mudah, terbukti dengan banyaknya gigitan yang terjadi pada malam hari bagi orang-orang yang biasanya berbaring di lantai.

Kelumpuhan otot dan saraf yang berakibat tidak berfungsinya jantung dan diafragma sering menjadi penyebab kematian.

(*)

Berita Terbaru Lainnya Tribun Kalteng

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved