Breaking News:

Berita Sampit

Diduga Cekcok Gegara Tanah Warisan Warga Desa Penyang Kotim Rinto Serang Marli dengan Parang

Diduga cekcok gara-gara masalah tanah warisan, dua saudara terlibat penganiayaan dan pembacokan di Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotim

Penulis: Fathurahman | Editor: Sri Mariati
IST
Pelaku penganiayaan Rinto diamankan di Polsek Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Keributan terjadi antar dua saudara diduga dipicu masalah tanah warisan orang tua salah satu keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Kamis (30/9/2021).

Keributan antar saudara mengakibatkan, Rinto (31) seorang buruh harian lepas kebun kelapa sawit di Desa Penyang RT 003 RW 001 Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin timur Kalimantan Tengah, mengamuk.

Dia menyerang, Marli (29) yang tak lain adalah adik perempuannya tinggal di Jalan Jendral Soedirman, kilometer 18 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan parang hingga mengenai tangannya.

Kapolsek Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur AKP Samsul Bahri, yang dimintai penjelasannya, Sabtu (2/10/2021) membenarkan adanya laporan penganiayaan ke Polsek Ketapang tersebut.

Baca juga: Tiga Rumah Lanting di DAS Mentaya Kotim Rusak Dihantam KM Cavalo Marinho 10

Baca juga: Banjir di Kotim Kalteng, Tim SAR Polairud Evakuasi Warga Kuayan, Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan

Dia menjelaskan, Rinto salah seorang buruh lepas menyerang Marli dengan parang. Diduga motifnya masalah tanah warisan sehingga korban Marli melapor ke polisi.

"Kami sudah melakukan penyidikan pelaporan tersebut dan mengamankan pelaku. Motif penyerangan yang dilakukan terlapor masalah tanah warisan," ungkap, Samsul Bahri kepada Tribunkalteng.com Sabtu (2/10/2021).

Lebih jauh terang Samsul, kejadian penyerangan di Jalan Jenderal Soedirman kilometer 26, Jalan masuk Poros Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit  PT MAP,  Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.

Diungkapkannya, kejadian penyerangan terhadap korban Kamis (30/9/2021) pukul 12.45 WIB.

"Korban Marli melapor aksi penyerangan ke Polsek Ketapang pada hari yang sama," ujarnya.

Petugas mengamankan dua buah parang sebagai barang bukti yakni satu parang tanpa gagang,

Baca juga: Polisi Gerebek Barak Jalan Sari Gading Baamang Sampit Kotim, Dua Tersangka Pengedar Sabu Diamankan

Baca juga: Narkoba di Kotim, Penangkapan Bandar Besar di Sampit Tinggal Tunggu Waktu Saja

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved