Breaking News:

Berita Kapuas

Berantas Alat Komunikasi Masuk, Rutan Kuala Kapuas Deklarasikan Zero Handphone

Rutan Klas IIB Kuala Kapuas mendeklarasikan zero handphone sebab setiap menggelar razia masih terdapat handphone di kamar warga binaan pemasyarakatan

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Sri Mariati
IST/Rutan Kuala Kapuas
Penandatanganan deklarasi zero handphone oleh para pejabat struktural dan disaksikan oleh seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas mendeklarasikan zero handphone.

Sebagai tindaklanjut instruksi dari Dirjen Pas dan Kepala Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk perang terhadap alat komunikasi masuk ke rutan.

Penandatanganan deklarasi pun sudah dilakukan oleh para pejabat struktural dan disaksikan oleh seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas.

"Kepada seluruh jajaran Rutan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Kepala Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas, Toni Aji Priyanto, Jumat (1/10/2021)

Toni Aji menegaskan, melarang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) menggunakan handphone bukan berarti melarang berkomunikasi.

Baca juga: Rutan Kapuas Ikuti Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 Secara Virtual

Baca juga: Tiga Tahanan Kabur dari Rutan Kapuas Diringkus Tim, Dihadiahi Timas Panas

Baca juga: BSI Kerja Sama Rutan Kualakapuas Kalteng Cetak Kartu Belanja Digital untuk Warga Binaan

Hal itu karena sudah disediakan sarana komunikasi resmi oleh Rutan yaitu Wartel Suspas.

"Namun setiap dilaksanakan razia masih ditemukan handphone di dalam kamar hunian," ujarnya.

Maka itu, lanjut Tony, dengan mendeklarasikan zero handphone, ke depannya bagi yang kedapatan memiliki handphone akan diperiksa dan dipindahkan.

“Jika itu ada pegawai atau pejabat yang lalai akan itu siap untuk diganti,” ucapnya.

Selain itu, pada kegiatan tersebut sekaligus dilakukan penyerahan Satyalancana Karya Satya, kepada 11 pegawai Rutan Kuala Kapuas, yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun lebih.

"Harapan saya dengan diberikannya penghargaan ini akan meningkatkan kinerja seluruh pegawai terutama dalam melayani masyarakat," pungkas Toni Aji. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved