Breaking News:

Adat Dayak Kalimantan

NEWS VIDEO, Museum Balanga Memiliki Koleksi Pameran Cerita dan 10 Jenis Klasifikasi Budaya Dayak

Museum Balanga Palangkaraya merupakan cagar budaya yang memiliki koleksi benda-benda bersejarah khas budaya dan masyarakat adat Dayak

Penulis: Nor Aina | Editor: Sri Mariati
Nor Aina/Tribunkalteng.com
Dua pelajar terlihat penasaran dan menyentuh replika bangunan rumah Betang khas adat Dayak Kalimantan Tengah yang ada di Museum Balangan Palangkaraya, Kamis (3/9/2021). 

TRIBUNKATENG.COM, PALANGKARAYA - Museum Balanga merupakan cagar budaya Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kata Balanga sendiri berasal dari bahasa Dayak Ngaju artinya tempanyan.

Museum ini dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tanggal 6 April 1973 baru diberi nama Museum Balanga.

Setelah itu keluarlah surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0754/0/1987.

Berisikan tugas melaksanakan pengumpulan, perawatan, pengawetan, penyajian koleksi serta meneliti, dan menerbitkan hasilnya.

Baca juga: KaltengPedia: Profil Museum Kayu Sampit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

Baca juga: Bercirikan Motif Khas Kalteng, Jembatan Kahayan Ikon Kota Kebanggaan Warga Palangkaraya

Juga memberikan bimbingan edukatif kultural tentang benda bernilai budaya dan ilmiah bersifat regional.

Setelah itu tepat 26 November 1990, museum ini diresmikan penggunanya oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Dapartemen Pendidikan.

“GBPH Poeger meresmikan nama Museum Provinsi Kalimantan Tengah Balanga, yang menjadi UPT," ucap Kepala UPT Museum Balanga Palangkaraya Hasanudin.

Museum Balanga yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 2, Palangka, Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Pemandu Museum Balanga Rudy menjelaskan, museum menyuguhkan pameran cerita kehidupan masyarakat Dayak zaman dulu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved