Breaking News:

Hari Kesaktian Pancasila 2021

Nyasar ke Tegal dan Disangka Copet, Tokoh G30S PKI Letkol Untung Akhirnya Dihukum Mati

Nahas, Letkol Untung justru nyasar ke Tegal, Jawa hingga akhirnya disangka sebagai pencopet dan ditangkap pasukan TNI pada 11 Oktober 1965

Editor: Dwi Sudarlan
Dokumen Kompas
Letkol Untung (kiri), komandan pasukan Cakrabirawa yang menjadi salah satu tokoh sentral G30S PKI saat menjalani sidang di Mahmilub Jakarta, hingga dijatuhi vonis hukuman mati. 

TRIBUNKALTENG.COM - 30 September 1965 malam menjadi peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia karena tidak bisa dilepaskan dari tragedi berdarah yang biasa disebut G30S PKI dengan tokoh sentralnya, Letkol Untung.

Letkol Untung yang bernama lengkap Letkol Untung Sutopo bin Syamsuri adalah Komandan Pasukan Cakrabirawa yang disebut-sebut sebagai pemimpin operasi G30S PKI yakni aksi penculikan dan pembunuh 6 jenderal dan 1 perwira TNI Angkatan Darat.

G30S PKI adalah kependekan dari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

Ketujuh korban yang meninggal dieskusi pasukan di bawah pimpinan Letkol Untung dalam G30S PKI adalah Jenderal TNI Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjend DI Panjaitan, Brigjend Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean. 

Baca juga: Kronologi Pencarian & Pengangkatan Jenazah Perwira TNI AD Korban G30S/PKI dari Sumur Lubang Buaya

Baca juga: Rekomendasi Film Terkait G30S/PKI : Surat dari Praha yang Menyangkut Kisah Eksil di Ceko

Baca juga: Sinopsis Film Pengkhianatan G30S PKI dan Daftar Pemain, Kenang Hari Kesaktian Pancasila 2021

Namun, aksi itu bisa diredam oleh pasukan TNI, sehingga Letkol Untung pun melarikan diri keluar Jakarta.

Dia dikabarkan akan bersembunyi di Brebes, Jawa Tengah. 

Nahas, Letkol Untung justru nyasar ke Tegal, Jawa hingga akhirnya disangka sebagai pencopet dan ditangkap pasukan TNI pada 11 Oktober 1965.

Sejarawan Pantura, Wijanarto mengatakan, pelarian yang dilakukan Letkol Untung setelah memimpin G30S PKI berakhir dengan ketidaksengajaan di Tegal. 

Diungkapkan dia, setelah peristiwa G30S PKI, Untung menyatakan dirinya sebagai Ketua Dewan Revolusioner melalui pidato di RRI (Radio Republik Indonesia). 

Dia mengklaim perlu dilakukan pengamanan terhadap jenderal-jenderal dan melakukan perlindungan untuk Presiden Soekarno. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved