Breaking News:

Berita Palangkaraya

BNN Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Wartawan di Palangkaraya

BNN Palangkaraya menggelar workshop penguatan kapasitas wartawan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di Palangkaraya

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
Muhammad Lamsi/Tribunkalteng.com
Workshop penguatan kapasitas kepada insan media mendukung Kota Palangkaraya tanggap ancaman narkoba. 

TRIBUNKALTENG.COM,PALANGKARAYA - BNN Kota Palangkaraya bersama PWI Kalteng ,dan KPID  mengajak insan Pers Kalteng dalam memerangi narkoba di Kota Palangkaraya

Kegiatan bertemakan Kebijakan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam mewujudkan Kabupaten dan Kota tanggap ancaman narkoba.

Kegiatan workhshop untuk penguatan kapasitas insan media tahun 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN)Kota Palangkaraya di Grand Global Hotel, Kamis (30/9/2021).

Seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat menjelaskan tugas dan wewenang BNN dengan langkah melakukan pencegahan serta pemberantasan narkoba.

Baca juga: Pemprov Bantu Rp 2 Miliar Dana Pembangunan Klinik Rehabilitasi BNN Kalteng

Baca juga: Ditresnarkoba Polda Kalteng Tangkap Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Baca juga: BNN Kalteng Bongkar Peredaran Sabu yang Dikendalikan dari Dalam Lapas, Amankan 1,8 Kilogram Sabu

Langkah konkrit yang dilakukan BNN seperti penindakan pelaku narkoba, mensosialisasikan pencegahan narkoba, dan lainnya.

"Langkah pencegahan menjadi satu diantaranya yang harus dilakukan, seperti melakukan edukasi kepada masyarakat," kata Cranston Allan Sitompul dari BNN Kota Palangkaraya dalam kegiatan tersebut.

Edukasi itu berupa tentang bahaya narkoba, Pendekatan dengan remaja yang ada di Kota Palangkaraya agar tidak mendekati barang haram tersebut.

Ketua PWI Kalimantan Tengah M Harris Sadikin yang juga sebagai pemateri mengajak insan pers bersama-sama dalam pencegahan penggunaan narkoba.

"Saya mengajak agar media lebih cermat lagi dalam menjalankan tugasnya khususnya soal pemberitaan narkoba," ujar Harris.

Dia  mengimbau media memberitakan tentang bahaya narkoba ataupun dampak buruk mengkonsumsi narkoba agar orang-orang menjauhi narkoba.

Chris Philip Alessandro mewakili Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalteng, mengajak insan pers dan masyarakat melaporkan atau mengadukan jika ada tayangan atau konten yang tidak baik ke KPI Pusat atau KPID

"Ini agar terjadi sinergi antara masyarakat dan KPID dalam menangani penyebar luasan narkoba," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved