Breaking News:

Mimpi Indah Food Estate

Food Estate di Kalteng, Luasan Tanam Sudah 29.000 Hektare, Lebih Utamakan Petani Lokal

Walaupun luas lahan Food Estate sangat luas, namun hendaknya sumber daya manusia (SDM) petani tetap berasal dari petani lokal

Penulis: Nor Aina | Editor: Dwi Sudarlan
FOTO HUMAS PEMPROV KALTENG
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, saat melakukan penanaman padi di Kabupaten Pulang Pisau kemudian memantau kawasan eks PLG di Kapuas dan Pulang Pisau untuk pengembangan Food Estate, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Di tengah pandemi covid-19, Proyek Program Strategi Nasional Food Estate di Kalimantan Tengah tetap berjalan bahkan menjadi harapan baru petani lokal.

Di Kalimantan, program Food Estate ini dijalankan di dua daerah yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Bidang Perencanaan Program Bappeda-Litbang Kalteng Novarina mengungkapkan, tercatat 29.041 hektare luas tanam atau sekitar 96,8 persen yang sudah terealisasi dari jumlah total luas lahan 30.000 hektare tersebut

Hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Pertanian per 16 April 2021. 

Akan tetapi ada produksi hasil panen yang belum baik secara kualitas.

Baca juga: Food Estate di Kalteng, Antara Mimpi Indah Lumbung Pangan dan Kegagalan Proyek PLG Era Orde Baru

Baca juga: Food Estate di Kalteng, Infrastruktur Jalan Rp 600 Miliar Target Selesai Akhir 2021

Baca juga: Petani Food Estate Pulangpisau Kalteng Keluhkan Pengairan Lahan Gambut

Sementara untuk perencanaan lahan baru pada 2021 ini, yang terintensifikasi 22.500 hektare dan  terekstenfikasi ada 40.250 hektare.

“Progres yang difokuskan 2021-2024 untuk peningkatan dan rehabilitasi irigasi sehingga dapat memanfaatkan potensial sawah," kata Novarina kepada TribungKalten.com, Jumat (18/9/2021).

Novarina mengatakan, dari sisi perencanaan program Food Estate, kawasan pertanian yang digunakan harus terintegrasi.

Bukan hanya tanaman pangan tetapi ada juga sektor perikanan, perkebunan serta sektor-sektor yang berpotensial untuk dikembangkan.

Namun, ungkap Novarina, selama dua tahun ini fokusnya adalah pengembangan padi sebagai komoditas pangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved