Berita Kriminal

Dimabuki Dulu, Tiga Pemuda Satu Diantaranya Pelajar Rudapaksa Gadis 14 Tahun di Tanbu Kalsel

Berita kriminal Kasus rudapaksa atau perkosaan terhadap gadis umur 14 tahun terungkap di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Rahmadhani
Istimewa Polres Tanah Bumbu untuk Banjarmasin Post
Salah satu dari tiga pelaku rudapaksa di Tanah Bumbu M Mario Ifansyah (20), yang diamankan Polres Tanah Bumbu 

TRIBUNKALTENG.COM - Kasus rudapaksa atau perkosaan terhadap gadis berumur 14 tahun terungkap di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan.

Kasus kriminal rudapaksa di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut melibatkan tiga tersangka pemuda, salah satunya adalah pelajar.

Sementara sang korban, seorang perempuan yang berusia 14 tahun.

Ketiga tersangka diringkus Unit Resmob Polres Tanahbumbu yang dipimpin Ketua Tim Resmob Polres, Bripka Robinson.

Ketiganya diringkus di tempat yang berbeda setelah melakukan aksi persetubuhan terhadap Melati (bukan nama sebenarnya) yang masih berumur 14 tahun.

Ketiga pelaku adalah M Mario Ifansyah (20) warga Jalan Borneo Desa Sejahtera, Reza Pratama (19) pelajar warga Jalan Borneo Desa Sejahtera Kecamatan Simpangempat, dan MFH (17) yang berstatus pelajar warga Jalan Singosari Kelurahan Tungkaran Pangeran Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu.

Baca juga: Ada Nama Nurul Arifin, ini Daftar Calon Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin

Para pelaku diringkus Unit Resmob Polres Tanahbumbu usai melaksanakan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap M Mario alias Rio dan M Reza pada Sabtu (25/9/2021) pukul 22.30 Wita di Jalan Borneo.

Setelah dikembangkan, MFH juga ditangkap selang 30 menit setelahnya di Jalan Singosari Desa Tungkaran Pangeran Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu.

Kapolres Tanbu AKBP Himawan Sutanto Saragih SIK melalui Kasi Humas Polres Tanbu, AKP H I Made Rasa didampingi Kasat Reskrim Iptu Wahyudi, Minggu (26/9/2021) membenarkan penngkapan 3 pelaku persetubuhan anak di bawah umur itu.

"Modusnya, mereka menjemput dan membawa korban mabuk-mabukan setelah itu disetubuhi bergantian," katanya.

Dia menjelaskan, kronologis persetubuhan anak di bawah umur itu terjadi pada Jumat (24/9/2021) pukul 12.00 wita, ketika korban bersantai dan dijemput di Taman Edukasi Pasar Minggu.

Pelaku Rio dan kawan-kawan mengajak korban untuk meminum minuman oplosan alkohol.

Setelah itu, korban merasa pusing karena mabuk, kemudian korban dibawa ke pabrik es yang berada di Jalan Borneo Desa Sejahtera Kecamatan Simpangempat.

Di belakang pabrik es tersebut, ada rumah kosong, di tempat itulah korban pertama kali disetubuhi oleh MFH sebanyak 1 kali, setelah itu korban dibawa oleh Rio dan Reza ke rumah Rio di jalan Borneo, Desa Sejahtera Kecamatam Simpangempat Tanahbumbu.

Di tempat itu korban dipaksa melakukan hubungan suami istri oleh pelaku Rio sebanyak 2 kali.

Setelah itu, korban dipaksa melakukan hubungan suami istri oleh Reza sebanyak 1 kali.

"Jadi para pelaku ini, menggilir korban yang sudah dalam keadaan mabuk. Setelah digilir, korban akhirnya pulang dan melaporkannya kejadian itu kepada keluarganya hingga pihak keluarga tak terima dan pelaku kini telah ditangkap," katanya.

Ketiga pelaku sudah di Mapolres untuk mepertanggungjawabkan perbuatannya dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved