Breaking News:

Taliban Afghanistan Terbelah, Faksi Garis Keras Tolak Pemerintahan Inklusif

Taliban Afghanistan terbelah di antara faksi garis keras dan moderat. Faksi keras dipimpin Mullah Muhammad Yaqoob, putra Mullah Omar pendiri Taliban.

Editor: Dwi Sudarlan
Countercurrents
Pejuang Taliban. 

TRIBUNKALTENG.COM, KABUL – Kelompok Taliban Afghanistan dikabarkan menghadapi perpecahan internal serius. Kabar ini dipublikasikan Aljazeera.com, Kamis (23/9/2021).   

Indikasinya diawali surutnya Mullah Abdul Ghani Baradar dari pandangan publik beberapa waktu terakhir. Baradar menduduki jabatan wakil perdana menteri pemerintahan Taliban.

Spekulasi berikutnya mengabarkan, ia telah dibunuh. Namun Baradar kembali muncul dalam video yang dipercaya telah direkam sebelumnya.

Baradar saat itu membaca semacam pernyataan, mengatakan memudarnya dia dari mata publik karena ia sedang melakukan perjalanan.

Dalam upaya terakhir meredakan kecurigaan kematian atau cederanya, Baradar difoto menghadiri pertemuan dengan pejabat PBB, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Taliban Afghanistan Rekrut Etnis Minoritas, Belum Libatkan Perempuan di Pemerintahan

Namun, sumber diplomatik dan politik mengatakan kepada Al Jazeera, perselisihan di antara para pemimpin Taliban sangat nyata.

Sumber itu menambahkan, jika ketidakharmonisan tumbuh, akan menimbulkan masalah lebih lanjut bagi rakyat Afghanistan.

Seorang penulis dan reporter yang telah menghabiskan beberapa tahun meliput Taliban mengatakan perpecahan terjadi secara politik-militer.

Kelompok garis keras, katanya, “merasa punya andil budi selama 20 tahun berjuang”. Karena itu mereka merasa punya hak lebih besar.

Anggota Taliban Afghanistan menyerahkan senjata dalam proses reintegrasi dan usaha perdamaian di Afghanistan beberapa tahun lalu. Saat ini Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sepeninggak pasukan AS dan koalisi internasional.
Anggota Taliban Afghanistan menyerahkan senjata dalam proses reintegrasi dan usaha perdamaian di Afghanistan beberapa tahun lalu. Saat ini Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sepeninggak pasukan AS dan koalisi internasional. (Wikimedia)

Menunggu Rampasan Perang

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved