Breaking News:

Anggota Taliban Eks Tahanan AS Ungkap Jejak Penyiksaan di Penjara Bagram

Hamzah memandu wartawan jaringan media Aljazeera dan sejumlah prajurit Taliban, masuk ke penjara yang pernah ditempatinya.

Editor: Dwi Sudarlan
Wikimedia
PENJARA BAGRAM - Fasilitas penahanan Bagram berlokasi di komplek pangkalan terbesar AS di Afghanistan di Provinsi Parwan. Di sini ribuan orang pernah ditahan, baik anggota Taliban maupun ISIS Afghanistan. 

TRIBUNKALTENG.COM, BAGRAM - Hajimumin Hamzah, anggota Taliban Afghanistan yang pernah ditangkap dan dipenjarakan pasukan AS, mengungkap jejak pelecehan dan penyiksaan di penjara Bagram.

Penjara besar ini berlokasi di Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan utara. Pasukan AS meninggalkan banyak peralatan perang di sekitar lokasi ini.

Hamzah memandu wartawan jaringan media Aljazeera dan sejumlah prajurit Taliban, masuk ke penjara yang pernah ditempatinya.

Kisahnya dipublikasikan Aljazeera.com, Kamis (23/9/2021). Saat tiba, Hajimumin Hamzah  berjalan melalui koridor gelap bangunan yang panjang.

Baca juga: Taliban Afghanistan Rekrut Etnis Minoritas, Belum Libatkan Perempuan di Pemerintahan

Ia secara hati-hati memeriksa area tersebut seolah-olah dia belum pernah melihatnya sebelumnya.

Pria berjanggut berusia 36 tahun itu memandu sesama pejuang Taliban di tempat yang namanya lebih suka dia lupakan.

Anggota Taliban Afghanistan menyerahkan senjata dalam proses reintegrasi dan usaha perdamaian di Afghanistan beberapa tahun lalu. Saat ini Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sepeninggak pasukan AS dan koalisi internasional.
Anggota Taliban Afghanistan menyerahkan senjata dalam proses reintegrasi dan usaha perdamaian di Afghanistan beberapa tahun lalu. Saat ini Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sepeninggak pasukan AS dan koalisi internasional. (Wikimedia)

Diikat dan Disetrum saat Interogasi

Mengenakan sorban hitam dan pakaian tradisional, matanya tertuju ke kursi tunggal yang teronggok di ujung lorong.

“Mereka biasa mengikat kami ke kursi ini, tangan dan kaki kami, dan kemudian menyetrum kami,” ungkap Hajimumin Hamzah.

“Kadang-kadang mereka juga menggunakannya untuk memukuli kita,” lanjutnya. Ia menceritakan penyiksaan yang dia alami selama penahanannya di penjara Bagram itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved