Breaking News:

Berita Internasional

PM Pakistan Imran Khan Peringatkan Kemungkinan Perang Saudara di Afghanistan

PM Pakistan Imran Khan mencemaskan kemungkinan Afghanistan digunakan kelompok-kelompok bersenjata memerangi pemerintahan negaranya.

Editor: Dwi Sudarlan
Wikipedia/Chatham House
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyampaikan pidato di Chatham House, London, Inggris. 

TRIBUNKALTENG.COM, ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan risiko pecahnya perang saudara di Afghanistan jika Taliban tidak dapat membentuk pemerintahan inklusif di sana.

"Jika mereka tidak memiliki pemerintahan yang inklusif, dan secara bertahap itu turun ke perang saudara,” kata Imran Khan kepada jaringan berita BBC dikutip Aljazeera.com, Rabu (22/9/2021).

“Jika mereka tidak memasukkan semua faksi cepat atau lambat [akan terjadi], itu juga akan berdampak pada Pakistan," lanjut Khan dalam wawancara yang ditayangkan Selasa (21/9/2021).

Khan mengatakan negaranya terutama khawatir tentang kemungkinan krisis kemanusiaan dan pengungsi jika perang saudara pecah.

Baca juga: Taliban Afghanistan Rekrut Etnis Minoritas, Belum Libatkan Perempuan di Pemerintahan

Ia mencemaskan kemungkinan tanah Afghanistan digunakan kelompok-kelompok bersenjata yang memerangi pemerintah Pakistan.

“Itu berarti Afghanistan yang tidak stabil dan kacau,” katanya.

“(Itu adalah) tempat ideal untuk teroris, karena jika tidak ada kontrol atau jika ada pertempuran yang terjadi,” tambah mantan actor terkenal Pakistan ini.

“Itulah kekhawatiran kami. Jadi terorisme dari tanah Afghanistan, dan kedua jika ada krisis kemanusiaan atau perang saudara, masalah pengungsi bagi kami,” tegasnya.

Pemerintah Khan telah berulang kali menyerukan dunia untuk terlibat dengan pemerintah sementara Taliban.

Kerjasama itu bisa mencegah kemungkinan runtuhnya struktur Afghanistan, karena tidak adanya dana bank sentral.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved