Taliban Afghanistan Rekrut Etnis Minoritas, Belum Libatkan Perempuan di Pemerintahan

Taliban Afghanistan pernah telah melarang anak perempuan dan perempuan dari sekolah, pekerjaan, dan kehidupan publik.

Editor: Dwi Sudarlan
Wikimedia
Anggota Taliban Afghanistan menyerahkan senjata dalam proses reintegrasi dan usaha perdamaian di Afghanistan beberapa tahun lalu. Saat ini Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sepeninggak pasukan AS dan koalisi internasional. 

TRIBUNKALTENG.COM, KABUL -  Taliban Afghanistan yang kini mengontrol negara itu sepeninggal pasukan AS merekrut etnis minoritas di cabinet.

Namun mereka belum memenuhi janji politik inklusif yang memberi tempat kaum perempuan di pemerintahan.

Dikutip dari Aljazeera.com, Selasa (21/9/2021), hingga saat ini, anggota kabinet Taliban semuanya laki-laki.

Komunitas internasional telah memperingatkan mereka akan menilai Taliban atas tindakannya.

Pengakuan terhadap pemerintah yang dipimpin Taliban akan dikaitkan perlakuan terhadap perempuan dan minoritas.

Dalam pemerintahan sebelumnya di Afghanistan pada akhir 1990-an, Taliban telah melarang anak perempuan dan perempuan dari sekolah, pekerjaan, dan kehidupan publik.

Juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid menjelaskan penambahan anggota kabinet pada konferensi pers Selasa di Kabul.

Ia menyebutkan masuknya etnis minoritas, seperti Hazara di cabinet.

Mujahid hanya menjanjikan perempuan mungkin ditambahkan kemudian.

Marah pada SIkap Internasional 

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved