Breaking News:

Berita Palangkaraya

Runner Up Putri Indonesia Kalteng 2006 Ingin Tingkatkan Kualitas Penyiaran Lewat KPID

Nisa Rahimia adalah salah satu dari tujuh orang yang terpilih sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau KPID Kalteng

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Nisa Rahimia, komisioner KPID Kalteng 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA Nisa Rahimia adalah salah satu dari tujuh orang yang terpilih sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau KPID Kalteng.

Ini, merupakan babak baru karier penyiar dan profesional MC di Bumi Tambun Bungai ini.

Bersama enam komisioner lainnya, dia resmi dilantik Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang diwakili pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng sebagai Anggota KPID Kalteng periode 2021-2024 di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (3/9/2021) lalu.

 “Alhamdulillah diberikan amanah sebagai Komisioner KPID Kalteng. Ini next level-nya saya di dunia penyiaran. Banyak tantangan memang, tapi saya tidak sendiri. Bersama komisoner KPID lainnya dan lembaga penyiaran, memajukan dunia penyiaran di Kalteng,” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran Geram di Saat Banjir, Praktik Pembalakan Liar Masih Terjadi

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Mantap Nikahi Cucu Mantan Gubernur Kalsel HM Said

Baca juga: VIDEO Banjir di Kotim Status Darurat, Wakil Bupati Kotim Irawati Terobos Genangan Air Beri Bantuan

Sarjana lulusan UGM Jogja ini memang sejak lama ingin berkiprah di KPID Kalteng.

Salah satu tujuannya adalah untuk membantu meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) dunia penyiaran di Kalteng dengan lebih memahami Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Sejak menjadi presenter TV dari 2007 lalu, belum terlalu detail memahami bahkan tahu tentang P3SPS ini. Padahal ini sangat penting sebagai regulasi dalam bidang penyiaran,” ujarnya.

Runner Up Putri Indonesia Kalteng 2006 ini mengatakan, regulasi yang disusun berdasarkan masukan dari kalangan masyarakat.

Mulai dari kalangan akademisi, ormas, tentunya para praktisi penyiaran.

Tujuannya dibentuk pedoman tersebut menjadi dasar bagi Lembaga Penyiaran dalam menayangkan program siaran televisi yang informatif, berkualitas, sehat, dan bermartabat.

Baca juga: Stadion Tuah Pahoe Bakal Bergairah Lagi, Jelang Kick Off Liga 2 Skuat Kalteng Putra FC Dikumpulkan

Baca juga: Banjir Kalteng Meluas Beberapa Kabupaten, Polda Kalteng Turunkan Tim SAR dan Bangun Dapur Lapangan

Dikatakan, ditetapkan dalam peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01/P/KPI03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran, pengaturan terkait P3SPS tentang perilaku lembaga penyiaran di Indonesia dimaksud jadi suatu pedoman yang wajib dipatuhi penyelenggara penyiaran baik TV maupun radio.

Tujuannya agar pemanfaatan tayangan bagi ranah publik senantiasa menuai kemaslahatan masyarakat sebesar-besarnya.

Selain itu, kata Pengusaha Toys Rent ini, penerapan Peraturan P3SPS yang dibuat KPI tidaklah bermaksud untuk membatasi atau menghambat kreatifitas pelaku penyiaran. 

“Justru peraturan ini dibuat demi pengembangan kreatifitas pelaku penyiaran dengan tidak melupakan norma-norma, etika dan hukum yang ada. Singkatnya regulasi ini menjadi representasi kepentingan masyarakat banyak terhadap perkembangan dunia penyiaran di Indonesia,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved