Breaking News:

Berita Palangkaraya

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran Geram di Saat Banjir, Praktik Pembalakan Liar Masih Terjadi

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran geram di saat beberapa daerah banjir, praktik pembalakan liar masih terjadi

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa/Pemprov Kalteng
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran saat memeriksa ribuan kayu log yang disegel karena diduga ilegal yang masih beroperasi di Bumi Tambun Bungai, Senin (6/9/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran geram di saat beberapa daerah banjir, praktik pembalakan liar masih terjadi.

Ribuan rumah warga Kalimantan Tengah sejak dua minggu ini terendam banjir akibat hutan mengalami kerusakan akibat pembalakan liar.

Ironisnya, saat warga setempat berjuang melawan banjir diduga ada saja praktek pembalakan liar di Bumi Tambun Bungai ini.

Pemprov Kalteng telah menyegel ribuan kayu log illegal milik PT Hutan Produk Lestari, di pelabuhan terminal khusus, Pahandut Seberang, Palangkaraya.

Baca juga: Gubernur Sugianto Sabran Jadikan Sukamara Sebagai Lokasi Pengembangan Tambak Udang Vaname

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Mantap Nikahi Cucu Mantan Gubernur Kalsel HM Said

Baca juga: Banjir di Kotim Sudah Berstatus Darurat, Wakil Bupati Irawati Terobos Genangan Air Beri Bantuan

Karena saat kayu diangkut ternyata tidak memenuhi semua persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran,  menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dokumen dan memastikan, bagian mana saja dari ribuan kayu log milik perusahaan tersebut yang sudah berizin dan diduga masih belum ada persyaratan yang belum dipenuhi.

" Untuk sementara ribuan kayu tersebut baik diatas tongkang dan di tebing belum diizinkan untuk loading," ujar orang nomor satu di Kalteng ini, Senin (6/9/2021).

Sugianto Sabranb menjelaskan, dari perizinan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan surat keputusan (SK) itu memang sah. Namun,beberapa dokumen yang di periksa tidak sesuai barcodenya.

Tim masih menelusuri dan menghitung  total kayu yang diangkut keluar Kalteng.

"Intinya kami mengecek pajaknya untuk negara dan daerah. Jangan sampai banyaknya SDA (sumber daya alam) keluar, tapi hasil untuk daerah tidak ada, ini yang kami tingkatkan lagi pengawasanya,” ujar Sugianto Sabran saat melakukan pengecekan kayu illegal loging di Sungai Kahayan, Senin (6/9/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved