Breaking News:

Berita Kalteng

Kalteng Berlakukan Penyesuaian Biaya Pemeriksaan PCR, Turun Separo Jadi Rp425 Ribu Hingga Rp500 Ribu

Kebijakan pemerintah pusat agar biaya pemeriksaan PCR diturunkan mulai diterapkan Pemprov Kalteng.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Penumpang Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya wajib menunjukkan Surat Keterangan Sehat Negatif PCR. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Kebijakan pemerintah pusat agar biaya pemeriksaan PCR diturunkan mulai diterapkan Pemprov Kalteng.

RS Doris Sylvanus Palangkaraya sebagai rumah sakit rekomendasi pemeriksaan PCR telah menurunkan harga pemeriksaan PCR sejak 16 Agustus 2021 lalu.

Untuk pemeriksaan PCR dan pengambilan swab Rp500 ribu sedangkan pemeriksaan PCR tanpa pengambilan swab Rp425 ribu. Harga tersebut sudah disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pusat.

Kebijakan tersebut disambut baik warga Kalteng yang mengapresiasi penetapan harga baru tersebut, karena biayanya menjadi lebih murah.

Baca juga: 4 Golongan Ini Tidak Wajib Sholat Jumat, Simak Tata Cara, Keutamaan dan Niat Sholat Jumat

Baca juga: Mengapa Harus Berdoa? Simak 4 Tanda Doa Dikabulkan Menurut Para Ulama

Baca juga: Cuaca Buruk, Ombak Besar dan Arus Air Laut Hadang Tim Pencari 7 Korban Tenggelamnya KM Putri Ayu 3

"Alhamdulillah PCR hanya Rp500 ribuan saja, dulu sampai Rp1 juta, untuk bepergian naik pesawat biaya yang keluar lebih murah, saya berharap harga bisa ditekan lagi seperti India hanya Rp 90 ribuan saja, itu akan lebih baik lagi bagi kami," sambut Zulkifli Nurdin, Jumat (20/8/2021).

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menegaskan semua fasilitas kesehatan (Faskes) di Bumi Tambun Bungai menyesuaikan harga pemeriksaan sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Sugianto menegaskan, seluruh fasilitas kesehatan segera melakukan penyesuaian tarif pemeriksaan PCR, sesuai surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor: HK.02.02/I/2845/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR tersebut.

Penyesuaian harga maksimal untuk pemeriksaan PCR mandiri, dilakukan agar masyarakat mendapatkan harga yang wajar dan melindungi masyarakat dari penularan virus corona.

"Harga terjangkau bagi masyarakat mempercepat proses tracing. Saya minta bupati dan wali kota menindaklanjuti ini," ujarnya.

Bupati dan Wali Kota serta Dinas Kesehatan, segera melakukan pembinaan, sosialisasi dan pengawasan seluruh penyedia layanan pemeriksaan kesehatan terkait pemberlakuan tarif atas pemeriksaan PCR. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved