Breaking News:

Berita Kapuas

Prostitusi Online di Kapuas, Ayah Kandung Jual Anak 14 Tahun, Tarif Rp 600.000 Jatah Anak Rp 75.000

Prostitusi online di Kapuas, ayah kandung jual anak 14 tahun ke mucikari, tarif Rp 600.000 jatah anak Rp 75.000.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Fadli SR/Polres Kapuas
Dua tersangka kasus prostitusi online saat rilis pengungkapan kasus di Mapolres Kapuas, Kamis (19/8/2021). Tragisnya salah satu tersangka adalah ayah kandung korban yang baru berusia 14 tahun 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Prostitusi online di Kapuas, ayah kandung jual anak 14 tahun ke mucikari, tarif Rp 600.000 jatah anak Rp 75.000.

Tragis, seorang laki-laki di Kota Kualakapuas Kalteng tegas menjadikan anak kandungnya sebagai pelacur atau pekerja seks komersial (PSK).

Pria hidung belang yang berminat harus membayar Rp 600 ribu. 

Dari tarif itu, laki-laki itu hanya memberi anaknya Rp 75.000, lalu Rp 100 ribu untuk sang mucikari dan sisanya untuk dirinya.

Aksi prostitusi online ini dibongkar Polres Kapuas, Kalimantan Tengah.

Saat diperiksa, si ayah kandung berinisial AR (61), warga Selat Kapuas mengaku alasannya tega menjual anak perempuannya ke mucikari karena kondisi ekonomi keluarga.

Selain AR, Polres Kapuas  juga menetapkan pria berinisial RD (33) warga Bataguh Kapuas, yang menjadi mucikari dalam kasus ini sebagai tersangka.

"Terbentur ekonomi, makanya melakukan ini," kata AR saat rilis pengungkapan kasus ini di Mapolres Kapuas, Kamis (19/8/2021).

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti mengungkapkan korban prostitusi online itu masih berusia 14 tahun.

"Ya, kami baru saja mengungkap kasus prostitusi online melibatkan anak di bawah umur, perempuan masih 14 tahun. Ini kasus tindak pidana eksploitasi anak di bawah umur. Pelakunya ayah kandungnya sendiri, yang kami amankan bersama seorang mucikari," kata AKBP Manang Soebeti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved