Breaking News:

Berita Kalteng

Wali Kota Palangkaraya Siapkan Perwali Berdayakan Pokmaswas Cegah Illegal Fishing

Pemko Palangkaraya siapkan perwali pengendalian sumberdaya perikanan Pokmaswas untuk melakukan pengendalian dan pengawasan illegal fishing.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Sungai Kahayan dan Sungai Rungan serta sungai lainnya di Palangkaraya mengandung potensi ikan melimpah, namun sayangnya ada penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dengan menabur racun atau bahan peledak dan setruman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemko Palangkaraya siapkan perwali pengendalian sumberdaya perikanan Pokmaswas untuk melakukan pengendalian dan pengawasan illegal fishing.

Praktik penangkapan ikan illegal dengan racun atau potas, alat setrum hingga pukat harimau atau bahan peledak di Sungai Kahayan maupun Sungai Rungan masih saja terjadi.

Informasi dari warga Tumbang Rungan aksi penangkapan ikan menggunakan potas atau racun tersebut masih saja dilakukan oleh sebagian orang demi mendapatkan ikan dalam jumlah banyak.

"Biasanya pencari ikan menebar racun di daerah hulu, ketika air surut kerap banyak ditemukan ikan mati di bagian hilir sungai," ujar Abdul Hadi Warga Bantaran sungai Rungan, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Gegara Tidak Meminjami Uang Rp 35 Ribu, Penjaga Kios Buah di Sampit Disabet Parang

Baca juga: Antisipasi Pasien Covid-19, Korem 102 Panju Panjung Aktifkan Rumah Sakit Lapangan di Palangkaraya

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, Tim Gabungan Ingatkan Protokol Kesehatan ke Pengusaha Kuliner di Sampit Kotim

Dinas Perikanan Palangkaraya berupaya mencegah aksi illegal fishing tersebut.

Wali Kota Palangkaraya, masih menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pengendalian Sumber Daya Perikanan Berbasis Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)untuk melakukan pengawasan.

Kadis Perikanan Kota Palangkaraya Indriarti Ritadewi, membenarkan perwali masih dibuat dalam rangka mengendalikan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara optimal dan lestari.

Dia mengungkapkan, selain pihaknya yang melaksanakan pengawasan sumber daya perikanan, juga melibatkan peran aktif masyarakat melalui pokmaswas.

Pokmaswas bergerak sebagai kontrol pengawasan terhadap praktik-praktik penangkapan ikan dengan alat terlarangorang yang dalam pencarian ikan menggunakan alat terlarang dipakai.

"Palangkaraya sudah memiliki sebanyak 21 Pokmaswas. Mereka sudah dikukuhkan, diharapkan Pokmaswas membantu pengawasan dengan melaporkan , jika ada tindakan pelanggaran perikanan ke aparat hukum."Ini penting untuk menjaga populasi ikan di sungai," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved