Breaking News:

Berita Palangkaraya

Covid-19 di Kalteng, Sehari Diterima, Oxygen Concentrator Bantuan Presiden Langsung Didistribusikan

Covid-19 di Kalteng, baru sehari diterima, 133 oxygen concentrator bantuan Presiden Jokowi sudah langsung didistribusikan

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Covid-19 di Kalteng, baru sehari diterima, 133 oxygen concentrator bantuan Presiden Jokowi sudah langsung didistribusikan.

Oxygen concentrator itu baru diterima Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Kamis (5/8/2021) kemarin.

Dan hari ini, oxygen concentrator sebanyak 133 unit itu didistribusikan ke rumah sakit swasta dan rumah sakit milik pemerintah paerah.

Oxygen concentrator saat ini memang sangat dibutuhkan rumah sakit.

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, Permohonan Oxygen Concentrator Gubernur Kalteng ke Presiden Jokowi, Dikabulkan

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, Vaksinasi Massal Akan Dievaluasi, Rentan Kerumunan Picu Klaster Penyebaran

Baca juga: Pemprov Kalsel Akan Mengirim Bantuan 20 Ton Oksigen Cair ke Kalteng untuk Penanganan Covid-19

Terlebih selama masa pandemi covid-19 ini banyak pasien yang membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasan.

Tragisnya tidak semua rumah sakit memiliki banyak cadangan oksigen padahal jumlah pasien covid-19 terus bertambah.

Pasien yang mengalami kesulitan bernafas dan harus dirawat di rumah sakit jiga terus bertambah.

Hingga Jumat (6/7/2021) warga positif covid-19 dan menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumah masih cukup banyak.

Sebagian besar sudah terdaftar dan terus dipantau oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya agar bisa dibantu jika memerlukan obat-obatan dan pelayanan tenaga medis.

Keluhan dari warga yang melakukan perawatan secara mandiri di rumah selama ini adalah kesulitan mendapatkan oksigen untuk mengantisipasi ketika sesak napas.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Samsul, mengatakan Pemprov Kalteng mengajukan permintaan bantuan oksigen kepada pemerintah pusat karena stok di beberapa rumah sakit menipis.

Ketika bantuan oksigen datang akan langsung didistribusikan ke RS pemerintah dan swasta.

"Kami akan memprioritaskan rumah sakit yang banar-benar memerlukan karena pasiennya banyak dan membutuhkan oksigen dalam jumlah banyak. Namun pembagiannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, RS swasta maupun milik pemerintah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved