Breaking News:

Tadarus Al Quran

Tadarus Al Quran: Surah Al Muzammil, Amalan Mempermudah Urusan di Akhirat Kelak

Bacaan Surah Al Muzammil dalam tadarus Al Quran, amalan mempermudah urusan di akhirat kelak.

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng
Ilustrasi Surah Al Muzammil dalam tadarus Al Quran, amalan mempermudah urusan di akhirat kelak 

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًاۗ

Wadzkurisma rabbika wa tabattal ilaihi tabtiilaa.

"Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada Nya dengan sepenuh hati."

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا

Rabbul masyriqi wal magribi laa ilaaha illaa huwa fattakhidz hu wakiiaa.

"Dialah Tuhan timur dan barat, tidak ada Tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung."

وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا

Washbir 'alaa maa yaquuluuna wahjur hum hajran jamiilaa.

"Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik."

وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا

Wa dzarnii wal mukadzzibiina ulin na' mati wa mahhil hum qaliilaa.

"Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar."

اِنَّ لَدَيْنَآ اَنْكَالًا وَّجَحِيْمًاۙ

Inna ladainaa angkaalaw wa jahiimaa.

"Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala."

وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا

Wa tho 'aa man dzaa gush shotiw wa 'adzaa ban aliimaa.

"Dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih."

يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا

Yauma tarjuful ardhu wal jibaalu wa kaanatil jibaalu katsiibam mahii laa.

"Ingatlah pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.

اِنَّآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ەۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًا ۗ

Innaa arsalnaa ilaikum rasuulan syaahidan 'alaikum kamaa arsalnaa ilaa fir'auna rasuulaa.

"Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir'aun."

فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًاۚ

Fa 'ashoo fir 'aunur rasuu la fa akhadznaahu akhdzaw wabiilaa.

"Namun Fir'aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat."

فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًاۖ

Fa kaifa tattaquuna ing kafartum yaumay yaj 'alul wildaana syiibaa.

"Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban."

ۨالسَّمَاۤءُ مُنْفَطِرٌۢ بِهٖۗ كَانَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا

As samaa u munfathirum bih, kaana wa' duhuu maf' uulaa.

"Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana."

اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا

Inna haa dzihii tadzkirah, fa man syaa attakhodza ilaa rabbihii sabiilaa.

"Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya."

اِنَّ رَبَّكَ يَعۡلَمُ اَنَّكَ تَقُوۡمُ اَدۡنىٰ مِنۡ ثُلُثَىِ الَّيۡلِ وَ نِصۡفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَآٮِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيۡنَ مَعَكَ‌ؕ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيۡلَ وَالنَّهَارَ‌ؕ عَلِمَ اَنۡ لَّنۡ تُحۡصُوۡهُ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ‌ فَاقۡرَءُوۡا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الۡقُرۡاٰنِ‌ؕ عَلِمَ اَنۡ سَيَكُوۡنُ مِنۡكُمۡ مَّرۡضٰى‌ۙ وَاٰخَرُوۡنَ يَضۡرِبُوۡنَ فِى الۡاَرۡضِ يَبۡتَغُوۡنَ مِنۡ فَضۡلِ اللّٰهِ‌ۙ وَاٰخَرُوۡنَ يُقَاتِلُوۡنَ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ ۖ فَاقۡرَءُوۡا مَا تَيَسَّرَ مِنۡهُ‌ ۙ وَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقۡرِضُوا اللّٰهَ قَرۡضًا حَسَنًا‌ ؕ وَمَا تُقَدِّمُوۡا لِاَنۡفُسِكُمۡ مِّنۡ خَيۡرٍ تَجِدُوۡهُ عِنۡدَ اللّٰهِ هُوَ خَيۡرًا وَّاَعۡظَمَ اَجۡرًا‌ ؕ وَاسۡتَغۡفِرُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ

Inna rabbaka ya' lamu annaka taquumu adnaa min tsulutsal laili wa niṣfahuu wa ṡtsulutsahuu wa thoo ifatum minalladziina ma 'ak, wallaa hu yuqaddirul laila wan nahaar, 'alima al lan tuhshuu fa taaba 'alaikum faqra 'uu maa tayassara minal qur 'aan, 'alima an sayakuunu mingkum mardhaa, wa aakharuuna yadzribuuna fil ardzi yabtaguuna min fadhlil lahi wa aakharuuna yuqaatiluuna fii sabiiil laahi faqra 'uu maa tayassara min hu wa aqiimush shalaata wa aatuz zakaata wa aqridhullaaha qardhan hasanaa, wa maa tuqaddimụ li 'anfusikum min khairin tajiduuhu 'indallaa hi huwa khairaw wa a' dhama ajraa, wastagfirullaah, innallaaha gafuurur rahiim.

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran, Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alqur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah, sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Baca juga: Begini Sejarah Tahun Baru Islam dan Kumpulan doa Menyambut 1 Muharram 1443 H Minggu Depan

Baca juga: Lirik Sholawat Ahmad Ya Habibi versi Nissa Sabyan Tulisan Arab, Latin, Terjemahan serta Videonya

Baca juga: Waktu Paling Tepat Sholat Dhuha, Berikut Tata Cara, Keutamaan dan Doa Setelah Sholat

Kandungan Surah Al Muzammil

Dari terjemahannya, Surah Al Muzammil berisi perintah melaksanakan ibadah malam.

Ibadah malam tersebut berupa melaksanakan sholat, berzikir dan membaca Al Quran.

Diterangkan pula supaya manusia selalu bersabar dalam menghadapi orang-orang kafir.

Karena kelak orang kafir akan mendapatkan balasan setimpal dari Allah SWT.

Di akhir ayatnya, Surat Al Muzammil menerangkan supaya manusia selalu bertawakal, menunaikan salat, zakat hingga selalu melakukan perbuatan kebaikan demi Allah SWT.

Khasiat atau Keutamaan Surah Al Muzammil

1. Kemudahan datangnya rezeki

Barang siapa yang sudi mewiridkan surat Al Muzammil dibaca tiap hari, maka Insya Allah dia akan bebas dari kesulitan rezeki seharian, dan kemudahan di dalam segala usaha.

2. Kemudahan dalam urusan di akhirat kelak

Barang siapa yang rutin membaca surat ini setiap hari, maka kelak di akhirat tidak akan menemui kesulitan apapun. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved