Breaking News:

Berita Palangkaraya

Covid-19 di Kalteng, Kepatuhan Penggunaan Masker Tertinggi tapi Pasien Meninggal Terus Meningkat

Covid-19 di Kalteng, kepatuhan penggunaan masker tertinggi tapi pasien meninggal terus meningkat

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Faturahman
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran didampingi Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin dan Forkopimda Kalteng, saat mengumumkan memperketat pengawasan protokol kesehatan serta larangan isoman di rumah, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Covid-19 di Kalteng, kepatuhan penggunaan masker tertinggi tapi pasien meninggal terus meningkat.

Berdasar data Satgas Covid-19 di Kalteng, kasus kematian di provinsi Tambun Bungai hingga Rabu (4/8/2021), sudah mencapai 1.176 orang.

Trennya bahkan terus bertambah, dari 9 orang meningkat hingga puluhan orang dalam seharinya.

Menyikapi itu Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, memutuskan melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dengan menerbitkan Instruksi Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 180.17/175/2021 tanggal 2 Agustus 2021.

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, Target Vaksin 250 Orang, Mahasiswa UPR yang Datang 400 Orang

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, 1.094 Warga Palangkaraya Jalani Isoman, Satgas Terus Lakukan Pendataan

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, DPRD Palangkaraya Kosong Kegiatan Tatap Muka, Semua Legislator WFH

Intruksi tersebut  tentang PPKM Level 4 dan Level 3 serta optimalisasi posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan. 

Kondisi ini terasa tragis karena Kalteng memiliki tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat tertinggi yakni 98,27persen dalam mentaati protokol Kesehatan (berdasarkan penilaian Kemendagri 29 Juli 2021), untuk penggunaan masker.

Sugianto Sabran meminta warga Kalteng tetap mentaati Protokol Kesehatan sehingga bisa terhindar dari penyebaran covid-19 yang saat ini kian membahayakan.

"Saya mengimbau seluruh pemangku kepentingan khususnya para Bupati dan Wali Kota agar melaksanakan instruksi tersebut," ujarnya.

Sugianto Sabran berharap intruksi tersebut bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta melaporkan pelaksanaannya kepada dirinya elaku Ketua Satgas Covid-19 Kalteng.

"Khusus Kota Palangkaraya, saya memutuskan untuk diterapkan PPKM Level 4. Semua ini dilakukan untuk menyelamatkan dan melindungi masyarakat Kalimantan Tengah," ujarnya. 

Covid-19 telah merenggut satu persatu tokoh masyarakat, orang tua, sanak saudara dan anak anak.

Vvirus tersebut tidak mengenal ampun dan belas kasih. "Tidak pandang bulu. Tidak mengenal suku, agama, bangsa dan negara. Tidak peduli kaya atau miskin, pejabat atau rakyat biasa. Semuanya bisa kena sehingga karena itu taatilah protokol kesehatan," ucap Sugianto Sabran. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved