Breaking News:

Wabah Covid 19

Dampak Pandemi Covid-19, Lion Air Group Lakukan Kebijakan Ekstrem, Rumahkan 8.000 Karyawan

Dampak pandemi covid-19, 8.000 karyawan maskapai Lion Group terpaksa dirumahkan

Editor: Dwi Sudarlan
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat. Maskapai Lion Air Group terpaksa merumahkan 8.000 karyawan sebagai dampak pandemi covid-19. 

TRIKBUKALTENG.COM, JAKARTA - Dampak pandemi covid-19, 8.000 karyawan maskapai Lion Group terpaksa dirumahkan.

Pandemi covid-19 membuat banyak lini usaha rontok atau melakukan kebijakan ekstrem untuk bertahan, termasuk PT Lion Mentari Airlines alias Lion Air Group.

Perusahaan maskapai penerbangan Lion Air Group memutuskan merumahkan 35 persen atau sekitar 8.000 karyawan dari total 23 ribu karyawan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Prihantoro mengatakan, kebijakan merumahkan para karyawan ini karena kondisi pendapatan perusahaan yang sangat minim akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, Korban Saat Isoman Bertambah, Gubernur Kalteng Keluarkan Larangan Ini

Baca juga: Prediksi Epidemiolog: Agustus Puncak Kasus Covid-19 di Indonesia, Sehari 2.000 Kematian di Jawa Bali

Baca juga: Kentut Dapat Menyebarkan Covid-19, Benarkah? Pemerintah Inggris Geger Soal Buang Gas Dalam Perut

Penurunan penumpang yang berdampak terhadap pendapatan perusahaan juga menjadi alasan Lion Air Group merumahkan para karyawannya.

"Maka dari itu dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan Kerja/PHK) menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25-35 persen karyawan dari 23.000 karyawan," ucap Danang, Sabtu (31/7/2021).

Danang juga menyebutkan, bahwa Lion Air Group saat ini hanya mengoperasikan 10 persen slot dari total frekuensi harian dengan jumlah 1.400 penerbangan tiap harinya.

"Dengan menyusutnya frekuensi penerbangan, kondisi keuangan perusahaan sangat terpukul. Kondisi pendapatan perusahaan pun sangat minimal, sedangkan biaya operasional penerbangan yang harus ditanggung masih cukup besar," kata Danang.

Keputusan untuk merumahkan para karyawan tersebut, lanjut Danang, tentu sangatlah berat. Tetapi langkah ini sebagai bentuk langkah efektif dan efisien untuk mempertahankan bisnis perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi.

Meski begitu, karyawan yang dalam status dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan," ucap Danang.

Ilustrasi pramugari Lion Air. Maskapai Lion Air Group terpaksa merumahkan 8.000 karyawan sebagai dampak pandemi covid-19.
Ilustrasi pramugari Lion Air. Maskapai Lion Air Group terpaksa merumahkan 8.000 karyawan sebagai dampak pandemi covid-19. (Lion Air Group/kompas.com)

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved