Breaking News:

Berita Kapuas

Disdik Kapuas Gelar IHT dan Workshop di Sekolah Penyelenggara Program Sekolah Penggerak

Disdik Kapuas Gelar in house training (IHT) dan workshop di beberapa sekolah penyelenggara Program Sekolah Penggerak (PSP)

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Fadli SR
Kadisdik Kapuas H Suwarno Muriyat saat memberikan arahan dalam kegiatan workshop PSP di Desa Mampai, Kecamatan Kapuas Murung 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Disdik Kapuas Gelar in house training (IHT) dan workshop di beberapa sekolah penyelenggara Program Sekolah Penggerak (PSP).

Gelaran tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas H Suwarno Muriyat.

Seperti yang dilaksanakan di SMPN 2 Kapuas Murung selaku penyelenggara PSP, tepatnya di Desa Mampai.

Kegiatan rencananya berlangsung hingga 29 Juli 2021 mendatang.

Suwarno Muriyat menyampaikan sejumlah arahan kepada peserta kegiatan tersebut. Di mana peserta terdiri dari kepala sekolah dan guru setempat.

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, Target Testing Minimal 5.479 Orang Tiap Hari, Dilakukan Secara Humanis

Baca juga: Wujudkan WBK-WBBM, Wakil Bupati Kapuas Ikut Workshop TIndak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK

Baca juga: Karhutla di Palangkaraya, Polda Kalteng Pasangi Spanduk Imbauan di Lahan Bekas Tebasan Warga

Arahan yang disampaikan tentu terkait Program Sekolah Penggerak (PSP). Juga strategi pencapaian tujuan Pendidikan Karakter (Pendikar) bagi peserta didik agar optimal.

"Saat itu saya menyampaikan bahwa sasaran dari PSP adalah adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian," kata Suwarno Muriyat, Selasa (27/7/2021).

Yakni, lanjutnya, melalui terciptanya Pelajar Pancasila sebagai karakter yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan

"Workshop PSP ditargetkan untuk menyusun kurikulum operasional Sekolah Penggerak berupa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar dan Capaian Pembelajaran (CP) yang selanjutnya diimplementasikan dalam pembelajaran dengan paradigama baru," papar Suwarno Muriyat.

Dia menambahkan jika karakter itu dibangun dengan keteladanan bukan diajarkan. Diperhatikan pula tempramen sebagai ciri genetis seseorang.

Namun, tegas Suwarno Muriyat, manusia mempunyai hati nurani sebagai fitrah yang ingin selalu berbuat kebajikan dan menjadi nilai untuk terus ditumbuh kembangkan.

Bisa melalui pembelajaran secara kolektif dan diyakini bersama dalam pembentukan jatidiri/karakter unggul.

Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan tentang pengelolaan pengajaran dimasa pandemi Covid-19.

"Prinsip pengelolaan pengajaran memerlukan berbagai koordinasi, kolaborasi dan konsistensi, terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini," tandasnya.

Kesehatan dan keselamatan untuk semua merupakan prioritas utama dalam penetapan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan. Namun juga tetap mempertimbangkan tumbuh kembang dan hak anak selama pandemi Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved